2017 : BIODEGRADASI DDT OLEH KULTUR CAMPURAN JAMUR PELAPUK COKLAT DAN BAKTERI PENGHASIL BIOSURFAKTAN

Drs. Refdinal Nawfa M.S.
Adi Setyo Purnomo S.Si., M.Sc., Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

DDT (1,1,1-Trikloro-2,2-bis-(4-klorofenil) etana) merupakan salah satu jenis pestisida yang banyak digunakan pada pertanian dan kesehatan. Di Indonesia, residu DDT masih banyak ditemukan di lingkungan air dan tanah, padahal DDT merupakan senyawa yang sangat toksik dan susah terdegradasi secara alami sehingga keberadaannya di lingkungan akan menimbulkan problem lingkungan yang serius. Mengingat dampak negatif dari DDT, perlu dilakukan suatu usaha untuk mengatasi pencemaran DDT dan menemukan metode remediasi yang efektif, cepat dan aman. Penelitian tentang biodegradasi DDT oleh jamur pelapuk coklat telah dilaporkan sebelumnya, akan tetapi hasil degradasinya masih rendah dan masih menghasilkan metabolit yang berbahaya, sehingga perlu dilakukan pengembangan metode dimana salah satunya yaitu dengan penambahkan bakteri penghasil biosurfaktan. Bakteri ini dapat meningkatkan kelarutan DDT sehingga lebih mudah diakses oleh jamur untuk didegradasi. Pada penelitian ini, DDT akan didegradasi oleh kultur campuran jamur pelapuk coklat (Gloeophyllum trabeum, Daedalea dickinsii and Fomitopsis pinicola) dengan bakteri penghasil biosurfaktan yaitu Pseudomonas aeruginosa, Bacillus subtilis, dan Ralstonia picketti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan kultur campuran jamur pelapuk coklat dan bakteri penghasil biosurfaktan dalam mendegradasi DDT. Penelitian ini merupakan salah satu topik riset utama dari LBE project tentang “Mycological Chemistry: Bioremediation, Biodegradation and Utilization” yang sejalan dengan penelitian yang menjadi unggulan ITS dalam kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan inovasi teknologi pada bidang-bidang unggulan khususnya pengembangan teknologi pengolahan limbah yang mencemari lingkungan. Target penelitian ini adalah publikasi di jurnal internasional terindex scopus yaitu di jurnal “Current Microbiology” dengan impact factor 1.519, dan seminar internasional. Penelitian ini juga melibatkan beberapa mahasiswa sarjana untuk tugas akhir dan master untuk tesis.