2017 : Analisis Desain Visual e-Government yang Mendukung Faktor Kognitif dan Afektif Guna Meningkatkan Kinerja Pengguna

Tony Dwi Susanto ST., MT., Ph.D
Hanim Maria Astuti S.Kom, M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Rendahnya penerimaan sistem e-government masih merupakan salah satu permasalahan utama dalam implementasi layanan pemerintah berbasis e-government. Dari berbagai faktor penyebab, faktor kemudahan penggunaan (Perceived Easy of Use atau Usability), khususnya desain visual media, merupakan salah satu faktor dominan yang mendorong atau mencegah seseorang menggunakan sebuah sistem e-government secara sukarela dalam jangka panjang. Komponen-komponen desain visual media e-government, seoerti warna dan struktur website, mempengaruhi persepsi pengguna dalam mengumpulkan informasi, niat untuk berkunjung kembali ke situs web, kepercayaan, dan peningkatan kinerja. Beberapa penelitian sebelumnya menduga desain visual media teknologi informasi mempengaruhi penerimaan target pengguna diantaranya melalui aspek kognitif dan afektif pengguna.\nPenelitian ini bertujuan mengkonfirmasi hubungan antara komponen-komponen desain visual media e-government dengan faktor afektif dan faktor kognitif, serta terhadap produktivitas penggunanya guna menemukan dan menjelaskan komponen-komponen desain visual media e-government bagaimana yang mampu mendorong seseorang menggunakan sebuah sistem e-government.\nPenelitian dilakukan menggunakan bantuan alat MindWave dan Tobii Pro Glasses 2 untuk merekam gelombang otak dan pergerakan mata ketika menggunakan media teknologi informasi, GSCA untuk menganalisis keterkaitan antar variabel, dan in-depth interview untuk menkonfirmasi dan menjelaskan hubungan yang ada. \nHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan bagi perancang/desainer media e-government (website maupun mobile applications) untuk mengevaluasi, merancang kembali sekaligus mempertimbangkan penggunaan komponen desain visual website yang dapat menciptakan afektif yang baik dan meringankan kinerja kognitif pengguna sehingga mampu menarik dan mempertahankan niat pengguna untuk terus memakainya, serta mendorong produktivitas individu atau organisasi penggunanya.