2016 : Pengendalian Korosi Pada Baja Menggunakan Bio-Inhibitor Dalam Lingkungan Laut

Herman Pratikno ST.,MT.
Harmin Sulistiyaning Titah ST.,MT.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Baja karbon banyak digunakan dalam aplikasi teknik Dengan mempertimbangkan biaya produk, baja karbon telah banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam produksi minyak dan gas. Namun, salah satu masalah utama yang berhubungan dengan penggunaannya adalah baja secara umum memiliki ketahanan korosi rendah dalam lingkungan. Korosi merupakan suatu fenomena dalam struktur bangunan laut dan pipa di laut yang tidak mungkin dihindari. Salah satu upaya pengendalian korosi adalah dengan menggunakan inhibitor. Penggunaan inhibitor korosi merupakan cara yang paling efektif untuk mengisolir logam dari bahan korosi guna mencegah terjadinya elektrokokimia. Secara umum, inhibitor berasal dari bahan anorganik, namun beberapa inhibitor tersebut dapat bersifat toksik, tidak dapat bersifat biodegradabel dan mahal dalam proses sintesisnya. Seiring dengan perkembangan ilmu maka diperlukan penggunaan green corrosion inhibitor atau bio-inhibitor yaitu inhibitor dari bahan alami yang bersifat aman, mudah didapatkan, biodegradabel, biaya murah dan ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan penambahan ekstrak daun jambu biji, daun papaya, daun teh, dan kopi sebagai bahan bio-inhibitor alami yang diaplikasikan pada baja ASTM A53 dan A106 dan direndam pada media korosi air laut. Dengan mengetahui laju korosi sebelum dan setelah ditambahkan bio-inhibitor maka dapat dilakukan untuk pemilihan material baja tersebut yang sesuai apabila diaplikasikan di lingkungan laut serta pengendalian korosi secara alamiah menggunakan bio-inhibitor dari material terhadap sifat korosif lingkungan.