2020 : EVALUASI PENERAPAN STANDAR DAN SISTEM BANGUNAN PADA RUMAH SEDERHANA DI KAWASAN PESISIR DAN RAWAN BENCANA

Prof.Ir. Happy Ratna Sumartinah M.Sc, Ph.D
Dewi Septanti S.Pd, ST, MT, Ph.D
Wahyu Setyawan S.T., M.T.
Adinda Sih Pinasti Retno Utami S.T., M.T.


Abstract

Menyediakan bangunan yang siap menghadapi bencana adalah salah satu tindakan prefentif yang dapat dilakukan di daerah rawan bencana seperti di Indonesia. Demikian pula dalam membangun rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) haruslah sesuai dengan standard dan system bangunan yang ditentukan bagi daerah rawan bencana. Namun masih banyak pembangunan perumahan yang ternyata tidak sesuai dengan ketentuan dan tidak berkelanjutan karena tidak bisa beradaptasi dengan kebutuhan penghuni. Sehingga sampah konstruksi (construction waste) sebagai akibat dari ketidakmampuan bangunan untuk beradaptasi akan mengancam keberlanjutan lingkungan. Masih kurangnya pengetahuan tentang standard dan system yang diterapkan pada rumah MBR menyebabkan perlunya dilakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi rumah MBR yang terdapat di daerah pesisir dan rawan bencana dan menjawab tantangan tentang keselamatan dan kemampuan rumah tersebut beradaptasi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang atribut, dimensi, kemampuan beradaptasi baik struktural maupun fungsional sistem bangunan yang digunakan oleh masyarakat pada rumah MBR. Selain itu akan dicari pula konsep tentang bagaimana dan sejauh mana system bangunan tersebut akan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan persyaratan sebagai rumah di daerah pesisir dan rawan becana. Metode eksploratif, deskriptif, ex- poste, cross- sectional dan studi evaluasi sinkronis dilakukan dalam penelitian ini. Pada saat yang sama jenis penelitian ini adalah explorative-dskriptif, karena menggambarkan karakteristik rumah dan penghuninya, cara membangun, system struktur dan material yang digunakan. Kesimpulan akan ditarik dengan penalaran deduktif dan dilakukan dengan menggunakan frekuensi, rata-rata dll. Metode penelitian campuran diterapkan yang menggabungkan analisis pengumpulan dan interpretasi data kuantitatif dan kualitatif, termasuk menentukan indikator dan atribut desain rumah yang dilakukan secara kuantitatif, dan kebutuhan pengguna yang kualitatif. Metode ini telah meningkatkan reliabilitas dan validitas dari temuan penelitian, melalui triangulasi metode. Penelitian ini akan dilaksanakan di Surabaya, Yogyakarta dan Semarang sebagai sampel kota pesisir yang memiliki permasalahan urban dan kerentanan terhadap bencana. Hasil penelitian ini adalah temuan berupa konsep, arahan dan strategi untuk Pembangunan Perumahan Berkelanjutan di Daerah Pesisir dapat dijadikan rekomendsi secara keilmuan (untuk menunjang Teori Perumahan dan Perumahan Berkelanjutan) dan memberi kontribusi kepada guide lines praktis bagi pelaku di bidang perumahan. Kata kunci : Rumah Sederhana untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Standard dan Sisem Bangunan, Kawasan Pesisir, Rawan Bencana.