2017 : PERANAN TUMBUHAN MANGROVE DALAM MEREDUKSI LOGAM BERAT DI PESISIR PANTAI TERCEMAR UNTUK MENCEGAH KOROSI PADA STRUKTUR BANGUNAN

Ir. Handayanu M.Sc, Ph.D
Herman Pratikno ST.,MT.
Harmin Sulistiyaning Titah ST.,MT.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pembuangan limbah industri khususnya kromium ke dalam badan air Sungai Wonorejo sangat membahayakan lingkungan karena logam berat kromium bisa mengendap di muara sungai. Selain berbagai fungsi penanaman mangrove yaitu untuk menahan gelombang atau arus laut, mencegah intrusi air laut, mencegah abrasi dan tempat pengembangbiakan ikan, ada salah satu fungsi tumbuhan mangrove yaitu untuk meremediasi kromium. Konsentrasi kromium dalam air di muara sungai Wonorejo mencapai 0,0325 mg/L dan dalam sedimen sebesar 2,7761 mg/L pada tahun 2007. Manakala, konsentrasi kromium di pesisir pantai Wonorejo mencapai 0,418 µg/L yang telah jauh di atas baku mutu air laut untuk biota laut (KepMenLH No. 51 tahun 2004) yaitu 0,005 µg/L. Pencemaran di sungai yang terus berlanjut ke muara dan pesisir pantai dapat menyebabkan terjadinya korosi pada struktur bangunan di area tersebut misalnya korosi pada struktur bangunan jetty di sekitar muara sungai dan di pesisir pantai. Korosi merupakan proses elektrokimia dimana logam yang berhubungan dengan cairan yang mengandung ion-ion (elektro) menimbulkan perbedaan potensial yang menyebabkan ion-ion tersebut akan melarut sampai pada keadaan seimbang. Material baja yang merupakan paduan logam besi dengan kadar karbon maksimum 2% banyak digunakan untuk struktur bangunan jetty di sekitar muara sungai dan di pesisir pantai. Korosi pada baja dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor material baja itu sendiri dan faktor lingkungan di sekitarnya. Terjadinya korosi pada suatu bangunan dapat mempengaruhi masa pakai bangunan tersebut, karena kinerja komponen struktur bangunan menurun. Kromium merupakan salah satu jenis logam yang dapat apabila terhubung dengan baja akan menyebabkan mempercepat terjadinya korosi pada baja tersebut. Hal ini disebabkan pada deret volta, nilai potensial kromium lebih positif daripada nilai potensial baja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kromium yang terdapat pada air, sedimen, dan akar mangrove Avicennia marina dan Avicennia alba di wilayah pesisir pantai Wonorejo dengan dari tahun ke tahun telah dilakukan penanaman tumbuhan Mangrove di wilayah tersebut. Sedangkan tujuan kedua adalah menentukan jenis mangrove yang paling efektif untuk menurunkan kromium. Dari data yang akan diperoleh maka hipotesa yang akan didapat adalah bahwa tumbuhan Mangrove dapat mengambil dan mengakumulasi logam kromium sehingga konsentrasi kromium di pesisir pantai Wonorejo masih berada di bawah baku mutu air laut yang berlaku. Dengan adanya konsentrasi logam kromium yang tidak mencemari lingkungan di pesisir pantai Wonorejo maka korosi yang terjadi pada semua struktur baja di wilayah tersebut dapat dihindari.