2017 : Pengaruh Glycine terhadap Morfologi dan Performa Elektrokimia Fe2O3 sebagai Anoda Baterei Ion Lithium

Diah Susanti ST.,MT.,Ph.D
Lukman Noerochim S.T, M.Sc.(Eng),Ph.D
Tubagus Noor Rohmannudin ST., M.Sc.


Abstract

Pengembangan dan penelitian terhadap baterai sekunder telah lama dilakukan untuk menghasilkan baterai yang memiliki kapasitas energi yang tinggi dan mampu digunakan dalam waktu lama. Baterai ion lithium merupakan kandidat potensial untuk perangkat penyimpan energi hal ini disebabkan densitas energi yang tinggi, tidak adanya memori efek, dapat bertahan dalam waktu lama dan ramah lingkungan. Diantara pilihan bahan anoda salah satu yang menjajikan yakni pemanfaatan oksida logam, dimana terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki antara lain kapasitas yang besar, ketersediaan luas dan ramah lingkungan. Diantara oksida logam yang dapat menjadi kandidat terbaik yakni Fe2O3 sebab kapasitas teoritiknya mencapai 1007 mAh g-1, keberadaan melimpah, murah, proses pengolahan mudah dan stabil. Dalam penelitian ini akan dilakukan sintesa Fe2O3 menggunakan metode hidrothermal dengan melakukan variasi terhadap penambahan glycine sebesar 9, 12, dan 15 mmol pada temperatur hidrothermal 160 OC dan penambahan carbon coating. Hasil dari sintesis dikarakterisasi dengan SEM, XRD, TEM, dan BET untuk melihat morfologi dan struktur kristalnya dalam merespon variasi komposisi glycine yang diberikan. Untuk pengujian performa elektrokimia Fe2O3 hasil sintesa dilakukan proses asembli menjadi baterei ion lithium dalam glove box. Cell baterei kemudian dilakukan pengujian performa elektrokimianya dengan Cyclic Voltametry (CV), Galvanostatic charge dan discharge dan EIS (Electrochemical Spectroscopy Impedance).