2017 : Pemisahan dan Pemurnian Komponen Bioaktif dari Tanaman Nyamplung (Calophyllum inophyllum)

Prof.Dr.Ir. Arief Widjaja M.Eng.
Setiyo Gunawan S.T., Ph.D
Hakun Wirawasista Aparamarta S.T, M.MT, Ph.D


Abstract

Tanaman nyamplung mampu menghasilkan sekitar 75% minyak nyamplung. Dimana komponen minyak nyamplung tersebut didominasi oleh 78% TAG, 8.51% FFA, 5.1% DAG, 2.75% MAG, 2.47% Wax, dan 2.63% komponen lain (bioaktif). Sedangkan daun nyamplung mengandung berbagai komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat herbal seperti : xanthones, coumarin, chromanones (flavonoid, biflavonoid), triterpenes, triterpenoid, steroid. Minyak nyamplung dikenal sebagai minyak yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia karena kandungan trigliserida yang belum murni. Komponen TG dipisah dan dimurnikan dari minyak nyamplung dengan metode liquid liquid extraction. Dengan metode batch, diperoleh komponen TG yang berhasil dimurnikan sebesar 98.5% dalam NPLF dengan pelarut methanol – Petroleum Eter. Dalam penelitian ini TG akan dimurnikan dengan metode continuous Liquid-Liquid Extraction sehingga diharapkan dapat menggantikan metode batch. Dan dengan metode continuous LLE akan dioptimasi diharapkan dapat diaplikasikan di industri. Wax juga akan dipisah dan dimurnikan dari minyak nyamplung. Dalam penelitian ini, juga akan dianalisa pengaruh berbagai kombinasi solvent dalam mengekstrak komponen flavonoid dan phenolic dari daun nyamplung. Tahun pertama, mempelajari pengaruh laju alir feed terhadap kandungan trigliserida pada Non Polar Lipid Fraction minyak nyamplung. Sedangkan di tahun kedua mempelajari isolasi dan purifikasi wax ester Non Polar Lipid Fraction minyak nyamplung. Di tahun terakhir akan mempelajari pengaruh jenis pelarut, dalam ekstraksi daun nyamplung, terhadap analisa TFC, TPC, dan DPPH.