2017 : ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA TERHADAP KASUS PENDERITA PENYAKIT TUBERCULOSIS DENGAN PENDEKATAN METODE CART (CLASSIFICATION AND REGRESSION TREES) BAGGING\n

Ir. Sri Pingit Wulandari M.Si.
Iis Dewi Ratih S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia yang diakibatkan oleh infeksi kuman TB. Namun kuman TB pada tubuh yang terserang tidak selalu menjadi penyakit TB, tergantung daya tahan tubuh. Untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang baik dibutuhkan sumber pangan yang cukup. Aspek ketahanan pangan, kemiskinan dan kesehatan merupakan prioritas dalam pembangunan suatu pemerintahan daerah. Hak-hak paling mendasar masyarakat adalah terpenuhinya kebutuhan pangan. Selain kebutuhan pangan, juga terdapat hak lainnya yaitu terpenuhinya kebutuhan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan dan lain-lain. Ketahanan pangan di tingkat rumah tangga yaitu kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarga dalam jumlah yang cukup dan baik mutunya. Oleh karena itu diperlukan pendekatan analisis yang dapat mengkaitkan aspek ketahanan pangan rumah tangga dengan kondisi kesehatan keluarga khususnya penyakit TB paru yang merupakan penyakit endemik di kota Surabaya. Penelitian ini direncanakan membuat klasifikasi penyakit Tuberculosis paru dan klasifikasi tingkat ketahanan pangan yang akan diamati di wilayah tengah kota Surabaya yang meliputi 10 kecamatan dan 23 puskesmas. Penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan penulis (2015), faktor riwayat penyakit penyerta, kepadatan hunian rumah dan kebiasaan merokok memberikan pengaruh yang berbeda antara strata tahan pangan dan rawan pangan, dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa perilaku penderita sebelum dan sesudah terdiagnosis tuberculosis tidak meminum alkohol. Sedangkan untuk penelitian 2016 faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kasus penderita tuberkulosis paru pada strata rumah tangga tahan pangan adalah usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir. Pada strata rumah tangga rawan pangan, faktor yang berpengaruh signifikan adalah jenis kelamin, pendidikan terakhir, penghasilan kepala rumah tangga dan status gizi. Penelitian lanjutan ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2017, selain untuk mengetahui klasifikasi ketahanan pangan rumah tangga di kota Surabaya berdasarkan faktor-faktornya, juga untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap terjadinya tuberkulosis dan klasifikasi penderitanya di Kota Surabaya menggunakan metode CART (Classification and Regression Trees) dengan pendekatan bagging (bootstrap aggregating).