2016 : SISTEM IDENTIFIKASI PASIEN PENDERITA GAGAL JANTUNG DENGAN METODE ANALISIS SIMBOLIK PADA VARIABILITAS DENYUT JANTUNG

Prof. Ir. Arif Djunaidy M.Sc., Ph.D.
Faizal Mahananto S.Kom, M.Eng., Ph.D
Afrian Riznaldhy
Herry Sufyan Hadi ST., MT.


Abstract

Gagal jantung merupakan keadaan medis dimana jantung tidak mampu memompa darah yang cukup keseluruh tubuh sehingga kebutuhan jaringan tubuh akan oksigen dan nutrient tidak terpenuhi dengan baik. Untuk mendiagnosis gagal jantung, dokter akan melakukan beberapa test seperti test darah, pemeriksaan sinar X pada dada, Echocardiogram, and Electrocardiogram. Perawatan pasien dengan kondisi gagal jantung dilakukan secara intensif memonitor kondisi jantung dan memberikan obat untuk meringankan kerja jantung. Perawatan ini dilakukan untuk menekan perkembangan kondisi gagal jantung agar tidak semakin memburuk. Untuk melihat perkembangan, pasien rawat inap akan terus dimonitor kondisi jantung menggunakan monitor yang tersambung kepada electrocardiogram secara intensif. Namun, hanya dokter yang mampu membaca hasil dari elektrocardiogram tersebut sehingga perkembangan kondisi pasien tidak dapat langsung didapatkan oleh staf kesehatan lainnya. Untuk itu diperlukan sistem yang mampu memberikan prediksi awal mengenai perkembangan dari kondisi tersebut dan atau sistem yang dapat membantu memperkuat keputusan dan diagnosis dokter mengenai kondisi gagal jantung pada pasien.\nVariabilitas denyut jantung (Heart Rate Variability) adalah metode non-invasif untuk mengobservasi pengaruh sistem otonomik yang berhubungan ke jantung pada aktifitas sinus node melalui variasi perubahan siklus interval R-R (interval detak demi detak pada jantung). Sinus node merupakan sumber awal sumber dari sistem denyut jantung yang dikontrol dari sistem syaraf pusat (otak). Dengan melihat perubahan pada kontrol syaraf pusat terhadap jantung, perkembangan dari suatu kondisi yang menyangkut organ jantung dan organ lainnya bisa diketahui. Namun, metode analisa variabilitas denyut jantung yang ada masih memiliki banyak kekurangan seperti sensitif terhadap sinyal pernafasan, spesifik hanya pada penyakit tertentu dan beratnya komputansi yang diperlukan untuk mendapatkan hasil. \nPenelitian ini mengusulkan pembuatan sebuah sistem yang mampu mengidentifikasi pasien dengan kondisi gagal jantung dengan memanfaatkan data electrocardiogram yang secara otomatis diambil pada saat rawat inap di ICU menggunakan metode analisis simbolik. Metode simbolik yang diusulkan memiliki beberapa kelebihan seperti mampu mengidentifikasi perbedaan signal atau time series berdasarkan tingkat variasi perubahan dari signal atau time series tersebut serta tidak memerlukan komputansi yang berat. Namun metode ini juga memiliki kekurangan yaitu hilangnya informasi besarnya variasi yang terkandung dalam signal atau time series yang sedang dianalisis. Oleh karena itu, dalam penelitian ini juga di usulkan pengembangan metode simbolik yang mampu menutup kekurangan dari metode simbolik yang biasa.\nUntuk menguji hasil dari metode analisis simbolik dan korelasinya dengan control sistem otonomik tubuh, diperlukan data electrocardiogram dari subjek yang sehat terlebih dahulu. Setelah mendapatkan korelasi yang diinginkan, metode dipakai untuk menguji, mengklasifikasi data pasien dengan kondisi gagal jantung yang terintegrasi kedalam sebuah sistem yang siap digunakan. Sistem ini diharapkan mampu membantu dokter dan staf medis untuk mengidentifikasi pasien dengan kondisi gagal jantung sehingga secara tidak langsung mempermudah mengambil keputusan mengenai tindakan lebih lanjut yang akan diberikan kepada pasien jika perkembangan dari kondisi gagal jantung pasien tersebut menuju kearah tertentu.\n