2016 : ANALISA PENDEKATAN KERANGKA COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING OPEN SYSTEM ARCHITECTURE (CIM-OSA) PADA PEMETAAN PROSES BISNIS DAN IMPLEMENTASINYA (Studi Kasus Pada beberapa Tipe Industri)

Nurhadi Siswanto S.T., MSIE.,Ph.D
Effi Latiffianti, S.T., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Datangnya perdagangan bebas akan memberikan tantangan berat bagi semua sektor tanpa terkecuali, termasuk industri. Sebagai salah satu bagian dari infrastruktur kunci bagi industri, semua industry tanpa terkecuali dirasa perlu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi era perdagangan bebas. Persiapan dapat dilakukan dalam bentuk perbaikan-perbaikan dari skala kecil sampai besar pada bagian internal perusahaan. Salah satu perangkat utama manajemen dan bisnis untuk mengupayakan perbaikan adalah peta proses bisnis. \n\nPemetaan proses bisnis adalah visualisasi dari seluruh rangkaian aktivitas dari suatu perusahaan atau organisasi yang mendemonstrasikan bagaimana pekerjaan-pekerjaan tersebut dilakukan. Dengan adanya peta yang jelas dari suatu bisnis proses, diharapkan akan memudahkan perusahaan dalam proses analisis pekerjaan, pengurangan waktu proses, eliminasi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah, mereduksi biaya, dan memudahkan melakukan pengukuran performansi, yang mana keseluruhan tadi dapat meningkatkan produktivitas industri. Lebih jauh lagi, peta proses bisnis dapat dijadikan acuan dalam mendesain struktur organisasi yang efisien maupun sistem informasi pendukung pelaksanaan proses bisnis agar lebih optimal. Struktur organisasi yang efisien ini berusaha menempatkan jabatan, divisi/departemen, dan rantai koordinasi berdasarkan kebutuhan proses sedangkan sistem informasi yang baik akan mengacu pada bagaimana aliran informasi antar proses berjalan. \n\nSayangnya tidak sedikit perusahaan di Indonesia yang pada prakteknya tidak memiliki peta proses bisnis, termasuk perusahaan perusahaan-perusahaan besar dan ternama di Indonesia. Hanya sebagian kecil perusahaan di Indonesia, terutama yang kepemilikan modalnya domestik, benar-benar memetakan proses bisnisnya untuk tujuan kajian perbaikan. Salah satu pendekatan pemetaan proses bisnis yang luas digunakan adalah CIM-OSA. CIM-OSA menggunakan suatu kerangka generik yang membedakan proses bisnis ke dalam tiga kelompok besar, yaitu manage process, operate (core) process, dan support process. Pendekatan ini cukup sederhana namun terbukti sangat baik diterapkan di berbagai industri mancanegara. Oleh karena itu penelitian ini berusaha menganalisa bagaimana CIM-OSA dapat menghasilkan suatu peta proses bisnis yang baik untuk perusahaan domestic. Analisa dilakukan pada tiga perusahaan, yaitu perusahaan pemasaran minyak dan gas, perusahaan penerbangan, dan perusahaan kawasan industri. Harapannya, melalui penelitian ini dapat disimpulkan apakah CIM-OSA dapat digunakan untuk pada industri yang berbeda-beda tersebut dan dikembangkan untuk menghasilkan suatu usulan model proses bisnis yang spesifik setidaknya satu dari tiga kasus yang diambil. Model proses bisnis usulan tersebut akan dapat dijadikan sebagai suatu model generic untuk industri sejenis.