2017 : Kajian Kesenjangan (Gap Analysis) Perawatan dan Perbaikan pada Manajemen Armada Pelayaran Rakyat: Perspektif Regulasi dan Operasi

Ir. Heri Supomo M.Sc
Eka Wahyu Ardhi ST.,MT
Imam Baihaqi S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pelayaran rakyat (Pelra) merupakan salah satu bagian dari industri maritim yang dikelola oleh beberapa pihak swasta secara tradisional. Menurut UU No 17 Tahun 2008 tentang pelayaran rakyat pada ayat 1, disebutkan bahwa pelra adalah usaha rakyat yang bersifat tradisional dan mempunyai karakteristik tersendiri untuk melaksanakan angkutan di perairan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar bermotor, dan/atau kapal motor sederhana berbendara Indonesia dengan ukuran tertentu. Pelra memiliki karakteristik yang unik dan memiliki rute yang lebih luas dibandingkan dengan pelayaran niaga, terutama di wilayah kepulauan/pulau kecil dan terpencil. \nTerdapat banyak perbedaan antara kapal pelra dengan kapal niaga dari sisi operasional antara lain kapal yang dipergunakan, pelabuhan yang dipersyaratkan, muatan yang dibawa, crew yang mengoperasikan, rute pelayaran yang dilayani. Namun ada hal yang memprihatinkan mengenai kondisi kapal yang dipakai dalam pelayaran rakyat, yakni pada umumnya kapal yang ada belum memenuhi persyaratan regulasi BKI (Peraturan kapal kayu 1996). Oleh karena itu banyak kapal pelra yang beroperasi mengalami kendala. Baik itu berupa larangan oleh pihak otoritas untuk berlayar maupun penangkapan oleh aparat saat kapal berlayar. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengadakan penelitian dengan tujuan mengetahui model perawatan dan perbaikan kapal pelra yang sesuai dengan regulasi dan karakteristik operasional pelayaran rakyat. Sehingga pelayaran rakyat dapat berkembang dengan lebih baik.\n