2018 : Desain Kriteria Reaktor Pirolisis untuk Pemusnahan Sampah Kota Surabaya

Dr.Ir. Ellina S Pandebesie MT.
I D A A Warmadewanthi ST, MT, Ph.D
Welly Herumurti S.T., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Timbulan sampah Kota Surabaya yang dibuang ke TPA Benowo mencapai 1.664,54 ton/hari, dengan komposisi sampah plastik adalah 13,31% atau setara dengan 221,55 ton/hari serta komposisi sampah kebun adalah 21,08% yang setara dengan 350,88 ton/hari. Permasalahan dari manajemen sampah plastik yaitu harga jual hasil dari pemilahan sampah plastik adalah sangat rendah. Tidak jauh berbeda dengan permasalahan sampah plastik, pengelolaan sampah kebun yang selama ini fokus kepada proses pengomposan dinyatakan tidak memberi hasil yang maksimal. Kelemahan pengolahan di Rumah Kompos Kota Surabaya adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk sekali panen kompos. Di sisi lain, kompos yang dihasilkan dari rumah kompos jumlahnya lebih besar daripada tingkat penggunaannya, sehingga terjadi penimbunan kompos. Plastik adalah polimer yang disusun atas senyawa kimia hasil penyulingan minyak. Polimer dalam plastik mengakibatkan plastik mengandung energi yang berpotensi untuk dijadikan bahan bakar. Ranting atau kayu merupakan biomassa yang mengandung energi sebagai hasil fotosintesis dan dapat dibakar menjadi energi bahan bakar. Berdasarkan teori tersebut, sampah plastik dan sampah kebun ranting berpotensi untuk diolah dengan menggunakan metode pirolisis agar produk yang dihasilkan dapat memberi manfaat sebagai bahan bakar. Keunggulan lain dari metode termal pirolisis adalah minimnya residu serta kebutuhan lahan yang relatif kecil. Kriteria desain dari pirolisis sangat penting untuk diketahui agar menghasilkan proses pemanasan yang optimum.