2017 : ECO DRAINASE KAWASAN KAMPUS ITS SUKOLILO SEBAGAI UPAYA PENGURANGAN BANJIR DALAM RANGKA MENDUKUNG ECO CAMPUS-ITS

Ir. Mas Agus Mardyanto M.E., Ph.D
Ir. Rachmad Basuki M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) seringkali mengalami banjir saat hujan lebat. Banjir terjadi di lingkungan kampus dan perumahan dalam Kampus ITS. Hal ini terjadi dikarenakan lahan pada perumahan ITS memiliki kemiringan yang landai. Selain itu, terjadinya endapan pada saluran drainase membuat daya tampung saluran tidak maksimal. Kontur dari infrastruktur sarana dan prasarana ITS perlu dikaji kembali dalam master plan ITS. Sehingga dibutuhkan Perencanaan ulang sistem drainase pada wilayah Kampus ITS.\nLetak Kampus ITS yang lebih rendah daripada Kelurahan sebelah timur, yaitu Kelurahan Keputih membuat penampungan air hujan harus ditampung terlebih dahulu pada wilayah Kampus ITS. Bila air langsung dialirkan dengan pompa melalui saluran primer ITS yang akan menyambung kepada saluran di Kelurahan Keputih akan membuat Kelurahan Keputih terendam banjir, untuk itu dibutuhkan perencanaan long storage, sebagai wadah penampungan air hujan sementara dan bila air sudah mulai surut, air pada saluran drainase akan dipompa langsung ke arah laut. Dengan sebagian besar saluran drainase pada wilayah kampus dan perumahan ITS merupakan saluran terbuka, maka perlu direncakan agar air yang mengalir pada saluran mengarah pada saluran primer atau retention pond serta ruang terbuka yang tersedia secara alami. Penampungan ini selain berfunsi sebagai pengendali banjir juga sebagai kolam resapan air hujan yang merupakan salah satu konsep eko-drainase\nMetode yang dilakukan adalah dengan cara mengevaluasi sistem drainase eksisting yang ada serta mengidentifikasi masalah yang ada, kemudian melakukan studi literatur mengenai analisis hidrologi, perhitungan kapasitas saluran, perhitungan debit limpasan, serta analisis boezem yang ada pada wilayah Kampus ITS. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer mencakup arah aliran air pada saluran, kemiringan saluran, dimensi saluran, kapasitas saluran, dan ketebalan dari sedimen. Data sekunder yang dibutuhkan meliputi data curah hujan, Master Plan ITS, tata guna lahan. Selanjutnya, dilakukan analisis proses perencanaan mencakup perencaan teknis serta Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Diharapkan akan terbuat Standard Operation Procedure (SOP) mengenai perawatan saluran drainase agar saluran drainase semakin optimal. Sehingga, dari hasil analisis yang diketahui, akan diperoleh dimensi saluran yang optimal dalam menampung curah hujan pada wilayah Kampus ITS serta mengurangi banjir air di wilayah Kampus ITS.\n