2017 : PENGARUH IMPLEMENTASI PROGRAM 5R DAN KEBIJAKAN PENGGUNAAN JASA CLEANING SERVICE TERHADAP KAPABILITAS TPK dan TINGKAT KEBERSIHAN DI ITS

Dra. Lucia Aridinanti MS.
Dra. Sri Mumpuni Retnaningsih MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

RINGKASAN\n Berdasarkan Penelitian Kebijakan Lucia dkk (2016) diperoleh bahwa tingkat kapabilitas partisipasi karyawan (TPK) di ITS secara rata-rata mencapai angka 0,73. Angka ini menunjukkan bahwa TPK di ITS belum kapabel, salah satu penyebabnya adalah karena indeks TPK hanya mencapai 0,75 di unit Administrasi sedangkan di unit kebersihan indeks TPK lebih rendah lagi, yatu 0,67. Indeks ini berarti secara rata-rata tingkat partisipasi kerja karyawan dalam mempergunakan waktu kerja hanya 67% atau dari 8 jam kerja yang tersedia karyawan bekerja hanya selama 5,36 jam dan menganggur sekitar 2,64 jam. Dengan indeks TPK sebesar 0,67 menghasilkan tingkat kebersihan di ITS mencapai 2,97 (Cukup Baik). Jika dibandingkan dengan karyawan swasta, kinerja karyawan ITS berada pada posisi paling rendah, karena indeks TPK di unit kebersihan PT.Campina mencapai 0,96 (Sangat Baik) yang menghasilkan indeks tingkat kebersihan 3,95 (Sangat Baik). Indeks TPK kebersihan di UBAYA mencapai 0,77 (Baik) menghasilkan Tingkat Kebersihan 3,55 (Baik) dan di Universitas Ciputra indeks TPK mencapai 0,9 (Sangat Baik) menghasilkan Tingkat Kebersihan 4,00 (Sangat Baik). Salah satu penyebab rendahnya indeks TPK adalah pengelolaan kebersihan di swasta semua menggunakan jasa Cleaning service sedangkan di ITS pengelolaan kebersihan ditangani oleh tenaga PNS, tenaga harian lepas dan jasa cleaning service sehingga variasi kinerja masingmasing karyawan cukup tinggi. Saat ini, sejak Maret 2017, Manajemen ITS telah mengambil kebijakan yaitu pengelolaan kebersihan di semua unit kerja ditangani oleh Jasa Cleaning Service. Hal ini dapat mengatasi rendahnya TPK karyawan dan tingkat Kebersihan di ITS. Dengan demikian diperlukan penelitian terhadap pengaruh Kebijakan penggunaan Jasa Cleaning Service terhadap indeks TPK dan rata-rata tingkat Kebersihan yang dicapai. Selain itu hasil penelitian Kebijakan merekomendasikan pelatihan Inhouse Training Program 5R yaitu menumbuhkan budaya kerja Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin di lingkungan kerja di ITS. Hal yang juga mendasari Rekomendasi ini, selain karena hasil penelitian di atas, tetapi juga karena kebersihan bukan merupakan tanggung jawab petugas kebersihan saja, tetapi juga tanggung jawab setiap individu di tempat kerja. Program 5R di adopsi dari Salah satu kegiatan manajemen mutu dari Jepang yang nama aslinya adalah 5S yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke. Dalam Penelitian ini akan dilakukan implementasi pelatihan Program 5R terhadap 2 Prodi di ITS sebagai pilot project. Selanjutnya akan dikaji tingkat kebersihan sebelum dan sesudah pelatihan tersebut juga pengaruh kebijakan penggunaan jasa Cleaning Service terhadap kebersihan di ITS.