2016 : STUDI OPTIMALISASI PEMASARAN KERAJINAN MANIK-MANIK KACA MELALUI PROGRAM EXPERIENTIAL LEARNING \n

Ellya Zulaikha ST, M.Sn, Ph.D

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengrajin pedesaan saat ini berjuang untuk mendapatkan pasar karena persaingan ketat dengan industri kerajinan modern, salah satunya adalah industri manik-manik kaca di Kecamatan Gudo, Jombang. Meskipun pengrajin memiliki kemampuan luar biasa dalam mengolah bahan kerajinan, keterbatasan mereka dalam memproduksi produk kerajinan mengakibatkan pengrajin mengalami kesulitan untuk berkembang. Program pemberdayaan industry kerajinan manik-manik kaca yang sudah dilakukan oleh pemerintah selama ini focus pada pendanaan, pelatihan manajemen dan pengembangan desain. Upaya pemasaran yang dilakukan sebatas pada dukungan untuk mengikuti pameran, baik berupa share informasi maupun dukungan dana pameran.\nPenelitian ini mencoba untuk mencari cara berbeda dalam mengembangkan industry kerajinan melalui strategi yang lebih agresif dengan “jemput bola” pada calon konsumen yang prospektif. Salah satu penerapannya adalah melalui workshop pembuatan manik-manik kaca ke sekolah-sekolah dalam bentuk experiential learning. \nStrategi experiential learning kepada pelajar dan target konsumen ini sudah pernah diterapkan sebelumnya dan selalu mendapatkan respon positif (Zulaikha, 2014& 2015). Workshop serupa banyak diterapkan pada kerajinan batik. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan workshop manik-manik kaca. Pertama adalah kesulitan dalam men-setting workstation yang aman dan mengoptimalkan proses pembelajaran pembuatan manik, mengingat bahwa pembuatan manik-manik memerlukan banyak bahan dan api dengan suhu sangat tinggi tetapi harus stabil. Kedua, belum ada rekomendasi mengenai studi pasar potensial. Ketiga, belum ada rekomendasi strategi promosi. Keempat, belum ada standard operasional procedure (SOP) agar lambat laun pengrajin dapat melaksanakan workshop ini tanpa didampingi oleh peneliti ataupun pengabdi.\nPenelitian ini akan menggunakan metode experimental. Metode experimental dilakukan melalui rancang bangun mobile workstation, studi pasar potensial sebagai target pelaksanaan workshop, menyusun strategi promosi, kemudian menyelenggarakan beberapa workshop pembuatan manik-manik ke sekolah/universitas/calon konsumen lainnya yang ada di mall atau museum. Selanjutnya akan dievaluasi sejauh mana keberhasilan workshop ini dalam meningkatkan awareness konsumen terhadap produk manik-manik kaca beserta analisa ekonomi melalui canvas business model. Terakhir adalah rekomendasi Standard Operasional Procedure (SOP) pelaksanaan workshop manik-manik kaca agar dapat dilaksanakan oleh siapapun pengrajin yang ingin menyelenggarakan workshop ini dengan kualitas baik.\n