2014 : PENGEMBANGAN SENYAWA ANTIBAKTERI BARU \nBERSTRUKTUR HIDRAZON

Arif Fadlan S.Si, M.Si

Year

2014

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Penyakit ini umumnya secara luas diobati dengan antibakteri/antibiotika. Penggunaan antibiotika yang semakin luas menimbulkan masalah baru berupa resistensi bakteri terhadap antibiotika. Akibat hal ini, pencarian senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri baru yang lebih baik sangat mendesak untuk dilakukan. Hidrazon, kelompok senyawa dengan gugus azometin, -CH=N-NH-, diketahui menunjukkan berbagai aktivitas biologis, salah satunya adalah sebagai antibakteri/antibiotika. 2-Tiofenakarbonil-hidrazon-3-(N-metil)isatin (1), 2-tiofenakarbonilhidrazon-3-(N-metil)-5-bromoisatin (2), dan 2-tiofenakarbonilhidrazon-3-(N-metil)-5-kloroisatin (3) telah dilaporkan mempunyai aktivitas penghambatan terhadap B. subtilis dengan nilai konsentrasi hambat minimal (MIC) berturut-turut sebesar 500, 500, dan 2000 ?g/mL (Fadlan, 2008; Juwita, 2008). Berdasarkan hal ini dan sebagai kelanjutan penelitian sebelumnya maka kelompok hidrazon baru golongan tiofenak