2017 : KONTRIBUSI BALKON PADA KENYAMANAN TERMAL DAN KEGUNAAN RUANG RUSUNAWA SURABAYA

Ir. Rika Kisnarini
Johanes Krisdianto S.T., M.T.
Iwan Adi Indrawan S.T., M.Ars.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Didalam rumah, manusia bersama keluarganya harus bisa melakukan seluruh aktivitas kesehariannya dengan baik demimemenuhi kebutuhannya. Selain itu, kenyamanan untuk tinggal didalam rumah juga merupakan tuntutan demi terciptanya kesehatan dan kesejahteraan bagi keluarga / penghuni rumah. Dalam hal keberlanjutan (sustainabilitas), kenyamanan termal termasuk kondisi kenyamanan yang harus dipenuhi (Szokolay SV, 1980). Rusunawa merupakan unit hunian murah sewa yang diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah. Jenis ruang yang ada pada umumnya terdiri atas ruang multi-fungsi, dapur, kamar-mandi-WC, dan beberapa mempunyai balkon.\n Dengan berjalannya waktu, kebutuhan keluarga akan ruang juga berkembang. Hal ini bisa disebabkan karena bertambahnya kebutuhan luas ruang maupun jumlah ruang akibat dari bertambahnya anggota keluarga atau bertambahnya aktivitas keluarga. Kebanyakan penghuni rusunawa melakukan perluasan ruang dengan cara meng-okupasi koridor depan yang sebetulnya adalah ruang sirkulasi publik. Selain itu, sebagian juga ada yang memperluas ruang dengan cara memanfaatkan balkon dibelakang sebagai ruang dalam. Di Surabaya, tidak semua unit rusunawa mempunyai balkon yang sesungguhnya, yang disangga struktur kantilever dan berada diluar (outdoor). Beberapa unit diantara 14 tipe unit yang ada di Surabaya balkonnya berada didalam, atau tidak punya balkon. Disini manfaat keberadaan balkon perlu dipertegas. Penelitian ini mengamati seberapa besar kontribusi balkon pada kenyamanan termal serta kegunaan ruang.\n Penelitian ini merupakan penelitian multi-tahun yang diusulkan berdurasi 2 tahun dan dimulai pada 2017. Pada tahun pertama (2017) penelitian ini bertujuan untuk mengamati kenyamanan termal yang terjadi didalam ruang multi-fungsi Rusunawa di Surabaya yang di peengaruhi adanya balkon. Pada tahun kedua (2018) penelitian ini berfokus mencari tahu tentang seberapa penting arti keberadaan balkon menurut responden. Kedua penelitian ini sama-sama mengamati pengaruh / kontribusi keberadaan balkon bagi unit rusunawa di Surabaya. Pada tahun pertama, untuk meneliti kenyamanan termal secara alami, metoda yang dipakai adalah simulasi dengan program Ecotect 2011. Sedangkan untuk mengamati manfaat / kontribusi balkon pada unit rusunawa di tahun kedua (2018), diterapkan metoda survey lapangan dengan teknik kuessioner untuk mendapatkan data tentang kegunaan balkon menurut responden. Hasil tahun pertama berupa perbandingan simulasi unit rusunawa antara yang berbalkon dibanding yang tanpa balkon. Hasil tahun kedua adalah kegunaan balkon menurut penghuni rusunawa, sehingga bisa disimpulkan apakah keberadaan balkon memang mempunyai kontribusi yang besar. \nLangkah pertama pada penelitian pertama (2017) adalah mencari pola disain unit rusun yang mewakili unit baik yang ber-balkon maupun yang tanpa balkon berdasarkan pola disain unit yang tersebar di 14 rusunawa di Surabaya. Langkah kedua adalah simplifikasi model sebelum dilakukan simulasi, Sedangkan langkah ketiga adalah simulasi dan analisa kenyamanan termal. Hasil penelitian ini adalah perbandingan kondisi suhu udara dalam terkait kenyamanan termal di ruang multi-fungsi rusunawa di Surabaya, antara yang terjadi pada unit ber-balkon dan pada unit tanpa balkon. Luaran penelitian di tahun 2017 dan 2018 adalah publikasi artikel terkait pada jurnal internasional atau presentasi pada seminar internasional