2017 : Pendidikan Karakter dalam Komik Lokal Bertema Superhero Bagi Siswa Sekolah Dasar

Nugrahardi Ramadhani SSn., MT
Rabendra Yudistira Alamin S.T., M.Ds.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pendidikan karakter pada hakekatnya dapat diintegrasikan dalam pengembangan diri siswa melalui pendidikan formal dan non formal. Jika pendidikan formal meliputi jenjang akademik (bangku sekolah), maka pendidikan non formal adalah pendidikan yang didapat dari luar sekolah. Salah satu materi pendidikan karakter melalui jalur non formal adalah media-media populer yang dikonsumsi oleh anak-anak pada jenjang usia Sekolah Dasar. \nSebagai bagian dari komunikasi visual, komik menyampaikan pesan melalui bahasa tanda, baik berupa teks maupun gambar. Bahasa tanda tersebutlah yang diolah sedemikian rupa untuk menyampaikan nilai pendidikan karakter sebagai proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang. Hal ini dapat berupa ajaran moral, budi pekerti, dan nilai ketakwaan.\nBahasa yang dipakai pada komik bertema superhero adalah bahasa komik, bukan bahasa pengajaran atau menggurui. Pembuat komik umumnya tentu menginginkan fokus pembaca terserap pada konteks cerita, sehingga bahasa komik dirancang untuk merangsang pembaca ‘melebur’ pada alur cerita itu sendiri. Ketika hal ini sukses dilakukan, akan muncul pertanyaan, ‘bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter tersebut disadari oleh pembaca?’. Salah satu riset yang bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter pada komik bertema superhero yang menjadi studi kasus. Selanjutnya adalah dengan mengkaji tingkat kesadaran pembaca, khususnya siswa Sekolah Dasar, terhadap konten pendidikan karakter pada komik yang mereka baca.