2017 : Analisa Gangguan Ionosfer Untuk Tsunami Early Warning System Dengan Menggunakan Satelit GNSS

Ir. Yuwono MT.
Mokhamad Nur Cahyadi ST.,M.Sc.,Ph.D
Meiriska Yusfania S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Analisa prediksi terhadap gempa bumi belum dilakukan secara komprehensif khususnya untuk tsunami early warning system atau peringatan dini tsunami. Peringatan dini ini hanya dilakukan dengan pengamatan darat saja, misalnya dengan pengamatan buoy, satelit GPS (Global Position Satellite), metode seismic dan lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang komprehensif, diperlukanmetode pengamatan peringatan dini dengan menggunakan obyek pengamatan angkasa sebagai titik beratnya. Pada saat terjadi gempa, lapisan ionosfer menangkap sinyal propagasi gelombang accoustic yang bersumber dari pusat epicenter.Pada beberapa gempa yang epicenternya terletak di pantai/laut, maka gempa tersebut bisa menyebabkan adanya tsunami. Metode yang digunakan adalah TIH (Tsunami Ionospheric Hole) yang terjadi karena fluktuasi yang disebabkan oleh gempa di lapisan ionosfer, fluktuasi ini disebabkan oleh adanya gelombang acoustic yang terdepresi secara konstan. Sinyal acoustic wave yang bisa menandai adanya tsunami adalah sinyal gelombang gravity yang terlihat 10-15 menit setelah gempa. Sehingga untuk daerah pantai yang arrival timenya lebih dari 30 menit mampu mendeteksi gempa lebih dini, penelitian ini juga akan memadukan earthquake preqursor yang menganalisa prediksi gempa sekitar 60-90 menit sebelum terjadinya gempa, terutama untuk gempa-gempa yang mempunyai moment magnitude lebih dari 8 Mw,Penelitian ini juga akan mengintegrasikan monitoring ionosfer near realtime yang akan difokuskan pada gempa bumi di Indonesia, terutama pada pulau jawa dan Sumatra.