2017 : Dampak Kebijakan Sertifikat Bank Indonesia Terkait Suku Bunga Pinjaman Terhadap Pertumbuhan Sektor Properti

Prof.Dr.Ir. Budi Santoso M.E.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kebutuhan rumah merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat setelah pangan dan sandang. Merupakan suatu kenyataan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini bahwa permintaan akan perumahan semakin meningkat sejalan dengan kenaikan pertambahan penduduk dari tahun ke tahun yang semakin meningkat pula. Tentu saja hal ini menimbulkan permasalahan karena keterbatasan dari pemerintah dalam hal memenuhi kebutuhan perumahan baik kuantitas, kualitas maupun harga yang terjangkau bagi masyarakat.. Pertumbuhan dari sektor ini ditinjau dari pengeluaran konsumsi sektor bangunan, selain itu memiliki efek ganda (multiplier effect) sehingga dapat mendukung tumbuhnya industri pendukung lainnya. Dengan demikian, kebutuhan akan produk properti akan terus meningkat seiring dengan perkembangan kegiatan ekonomi. Pada sisi kredit properti, perkembangan kredit yang terjadi di Indonesia memang cukup tinggi melebihi dari ekspektasi yang diharapkan, namun beberapa bulan terakhir ini pergerakan kredit properti mengalami penurunan dan ditambah dengan semakin memburuknya kondisi beberapa variabel makro-ekonomi Indonesia yang membuat pertumbuhan sektor ini melambat serta akan menambah besar risiko credit default (gagal bayar bagi kredit). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan memodelkan kebijakan bank sentral dan pemerintah dalam perkembangan sektor properti, dalam menciptakan pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat serta pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor properti. Metoda yang dipilih adalah pemodelan Sistem Dinamik dengan harapan akan diperoleh suatu wahana model yang dapat digunakan untuk mensimulasi berbagai dampak dari berbagai skenario kebijakan terkait dengan penyediaan perumahan khususnya kebijakan kenaikan Sertifikat Bank Indonesia dari 6,25% ke 7,50% selama 3 tahun terakhir. Hasil simulasi diharapkan dapat memberikan informasi kepada pembuat kebijakan perihal efektivitas kebijakan tersebut serta externality negative yang mungkin terjadi dan perlu diantisipasi.