2019 : PENENTUAN TREN PERUBAHAN DASAR SUNGAI BRANTAS SEBAGAI UPAYA AWAL KONSERVASI SUNGAI BERKELANJUTAN

Dr., Ir., Kuntjoro MT.
Muhammad Hafiizh Imaaduddiin S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengelolaan sungai meliputi kegiatan konservasi sungai, pengembangan sungai dan pengendalian daya rusak air sungai sebagai mana dijelaskan pada peraturan pemerintah no. 38 tahun 2011 tentang sungai. Brantas adalah salah satu sungai di Pulau Jawa dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) sebesar 11.988 km2, dimana keberadaannya mendukung kemajuan perekomonian masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki, Brantas ini berfungsi sebagai cadangan sumber air yang vital mengingat banyak prasarana dan sarana sumber daya air yang terbangun seperti ; Listrik (PLTA), Irigasi (Waduk dan Bendungan), Air minum (PDAM) dan lain sebagainya. Berdasarkan data pada tahun 2013, Sungai Brantas bagian Tengah telah mengalami degradasi dasar sungai sejak tahun 1980 dan terus berlanjut hingga saat ini. Data menyebutkan pada tahun 1991, 1996, 1997, 2001, 2004, 2005, 2008 dan terakhir tahun 2013 terindentifikasi penurunan dasar sungai yang semakin parah (hasil laporan terdahulu di tahun 2013). Hal ini terjadi oleh karena adanya bangunan-bangunan yang menahan sedimen di Brantas atas (Khususnya di Gunung Kelud) seperti check dam, waduk dan kantong pasir (sand pockect), sehingga pasokan sedimen ke arah hilirnya sangat berkurang. Kondisi tersebut akan mempengaruhi kondisi pengelolaan sungai Brantas, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Pulau Jawa dan Indonesia secara umum mengingat peran dan fungsi Brantas bagi perekonomian. Prioritas dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan kegiatan peduli kembali terhadap lingkungan persungaian sebagai wujud nyata tindakan konservasi sungai berkelanjutan dengan cara membuat tren awal mengenai kondisi eksisting (dasar sungai) saat ini (2019) dan memberikan informasi faktor apa saja yang bisa ditindaklanjuti sebagai kegiatan perlindungan sungai, serta merekomendasikan langkah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan dalam upaya menjaga konservasi sungai Brantas.