2016 : Sistem Kendali Kursi Roda Elektrik Menggunakan Sinyal Electromyography (EMG) untuk Mempermudah Gerak Penyandang Cacat Fisik

Eko Setijadi S.T., M.T., Ph.D.
Yunafi atul Aniroh, ST, M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pada penelitian ini akan dibuat kursi roda elektrik yang dapat mempermudah penderita disabilitas dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Penggunaan kursi roda konvensional sudah tidak efektif, karena membutuhkan tenaga yang besar dalam mengayuh kursi roda. Apalagi bila pengguna melewati daerah yang memiliki kemiringan atau tanjakan, maka tenaga yang dikeluarkan lebih besar dari biasanya.\n Kursi roda elektrik ini dibuat dengan kontrol sinyal gerakan otot lengan sebagai pengendali arah. Sensor gerakan otot yang mendukung kursi roda dalam mengkontrol gerakannya disebut dengan sensor electromyograph (EMG). Selama ini EMG hanya digunakan sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit neuromuskuler, menilai nyeri punggung dan gangguan gerak. Karena kurang luasnya pengaplikasian sensor EMG, hal ini menjadi salah satu dasar pemanfaatan sensor EMG sebagai kontrol gerak kursi roda pada penelitian ini. Selain itu, dengan pemanfaatan sensor EMG sebagai kontrol gerak kursi roda juga dapat membantu pengguna yang memiliki keterbatasan gerak tangan seperti stroke pada jari tangan untuk mengoperasikan kursi roda.\n Pada dasarnya elektromiografi adalah teknik yang digunakan untuk memeriksa dan merekam aktivitas sinyal bioelektrik tubuh. Sinyal bioelektrik tubuh ini dihasilkan dari kontraksi otot yang disebabkan oleh depolarisasi serat-serat otot. Ketika otot berkontraksi akan menghasilkan beda potensial listrik. Beda potensial ini biasanya sebanding dengan tingkat kontraksi otot. Rekaman sinyal yang diperoleh oleh sensor EMG dari pendeteksian berbagai bentuk gerakan tangan akan digunakan sebagai acuan arah gerak kursi roda. Sinyal yang terbaca oleh sensor EMG dikonversi untuk dihilangkan gangguannya dan diubah dari analog ke digital oleh arduino. Kemudian data digital tersebut akan terbaca oleh driver motor sehingga dapat menggerakkan kursi roda. Kursi roda elektrik ini juga memiliki kelebihan dapat dikendalikan jarak jauh. Dimana kursi roda ini akan mendatangi pengguna yang berada cukup jauh darinya. Hal ini diperuntukkan bagi pengguna yang berada di rumah seorang diri.\n Dari pembuatan penelitian ini diharapkan dapat membantu penderita disabilitas dalam menjalankan kegiatan nya sehari-hari dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan teknologi dalam bidang ilmu biomedika.