2017 : Analisis On-Bottom Stability Offshore Pipeline pada Kondisi Operasi: Studi Kasus Platform SP menuju Platform B1C/B2C PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java

Ir. Imam Rochani M.Sc


Abstract

Pipa bawah laut digunakan untuk transportasi fluida seperti minyak, gas, atau air dalam jumlah yang besar dan jarak yang jauh melalui laut atau daerah lepas pantai. Pada umumnya struktur pipa bawah laut dapat digelar diatas permukaan dasar laut atau dikubur dalam dasar laut (buried). Pada penelitian ini penulis telah melakukan analisis on-bottom stability pada kondisi operasi studi kasus pipa gas dari platform SP menuju platform B2C Cimalaya Jawa Barat milik PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java. Analisis on-bottom stability pipa bawah laut diperhitungan untuk mengetahui apakah pipa stabil secara vertikal dan secara lateral didasar laut karena efek gaya-gaya hidrodinamika yang bekerja pada pipa. Besar gaya hidrodinamis arah horizontal gaya drag sebesar 145, 49 N/m. Besar gaya hidrodinamis arah horizontal gaya inersia sebesar 0 N/m. Besar gaya hidrodinamis arah vertikal gaya angkat sebesar 167, 67 N/m. Faktor keamanan stabilitas vertikal pipa adalah 4, 1≥ 1, 1. Faktor keamanan stabilitas lateral pipa adalah 1, 6≥ 1, 1. Sehingga hasil analisis on-bottom stability menunjukkan bahwa tebal minimum concrete adalh sebesar 33.