2017 : Adaptasi Tanaman akibat Perubahan Iklim : Peningkatan Ketahanan Kedelai Lokal pada Kondisi Genangan dengan Kombinasi Teknik Iradiasi dan Seleksi in Vivo

Kristanti Indah Purwani S.Si., M.Si
Triono Bagus Saputro S.Si, M.Biotech

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas pangan utama selain padi dan jagung. Kedelai merupakan salah satu bahan pangan dengan variasi produk turunan yang tinggi mulai dari tempe, tahu, kecap, ataupun susu kedelai. Selain itu kedelai juga merupakan penghasil minyak edible (Waqas et al., 2014). Kedelai mengandung protein, minyak, karbohidrat tidak larut, karbohidrat larut, kadar air serta berbagai fungsional bahan seperti anthocyanin, isoflavon, saponin, dan serat makanan (Thomas et al., 2003; Bellaloui et al., 2013; Waqas et al., 2014). Kandungan gizi yang tinggi tentu saja meningkatkan kebutuhan akan kedelai, akan tetapi hal ini tidak diikuti oleh peningkatan produksi. Rendahnya produksi tanaman kedelai salah satunya disebabkan oleh perubahan iklim termasuk didalamnya adalah pergeseran musim penghujan. Curah hujan memberikan pasokan air yang tinggi pada tanah. Suatu area dikatakan mengalami cekaman genangan ketika pori tanah telah jenuh dengan air terjadi kelebihan air setidaknya 20% (Alam et al., 2010). Genangan berdasarkan kondisi ekspose air pada tanaman dibagi menjadi dua, yaitu: (1) Kondisi jenuh air (waterlogging) dimana hanya akar tanaman yang tergenang air, dan (2) Kondisi bagian tanaman sepenuhnya tergenang air (complete submergence) (Van Toai et al., 2001).\nKondisi genangan menyebabkan akar kedelai menjadi busuk sehingga menurunkan produksi atau bahkan tidak dapat berbunga. Rendahnya keragaman atau tidak adanya sumber ketahanan terhadap genangan pada tanaman kedelai menuntut adanya induksi varietas baru tahan kondisi genangan. Pada penelitian ini dilakukan induksi variasi dengan metode iradiasi menggunakan sinar Gamma dengan dosis penyinaran 50 gray, 100 gray, 150 gray dan 200 gray. Varian hasil iradiasi kemudian diseleksi pada kondisi tergenang dengan konsentrasi 100% (Kontrol), 150%, 200%, dan 250%. Parameter pertumbuhan yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar adventif, kandungan klorofil, konsentrasi hormon etilen dan profil protein dengan metode Sodium Dodecyl Sulphate - Poly Acrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE). Varian baru yang menunjukkan ketahanan terhadap cekaman genangan dapat digunakan sebagai sumber plasma nutfah yang digunakan untuk persilangan tanaman kedelai. Varietas baru yang tahan genangan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai nasional. \n