2018 : Inovasi dan Aplikasi Lanjutan Peredam Dasar Sederhana dan Murah untuk Perumahan Rakyat di Daerah Rawan Bencana Gempa Bumi.

Dr. Ir. Hidayat Soegihardjo Masiran M.S
Prof. Tavio S.T. M.T. Ph.D.
Agung Purniawan ST. M.Eng

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi gempa yang cukup tinggi. Kondisi tersebut mengharuskan bangsa Indonesia memiliki bangunan yang tahan terhadap gempa dan ekonomis, guna mengurangi resiko jumlah korban bila terjadi bencana gempa. Telah banyak metode yang dikembangkan dan diadopsi oleh para ilmuan guna mengurangi potensi kerusakan bangunan akibat gempa, salah satunya ialah penggunaan base isolation sebagai alat peredam gempa. Base isolation merupakan alat yang diklaim sebagai alat yang paling effektif dalam mengurangi beban gempa terhadap bangunan. Prinsip dasar dari base isolation adalah dengan memperpanjang periode bangunan sehingga gaya gempa yang masuk kebangunan tereduksi dengan sangat signifikan. Penggunaan base isolation didunia teknik sipil bukanlah sesuatu hal yang baru. Sejak tahun 1980-an, base isolation telah banyak digunakan sebagai perangkat seismik untuk bangunan di derah gempa tinggi di banyak negara maju. Namun, penggunaan tersebut masih sangat terbatas dikarenakan faktor biaya yang tinggi dan hanya bisa diaplikasikan pada bangunan medium-high rise building. Keterbatasan itulah yang menjadi faktor pendorong para peneliti guna menciptakan base isolation yang murah dan bisa diaplikasikan pada bangunan rumah sederhana (low rise building). Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya harga base isolation saat ini adalah penggunaan pelat baja sebagai reinforcement. Pada penelitian sebelumnya telah coba dilakukan untuk mengganti pelat baja dengan material lain yaitu berupa perforated plate. Hasil yang ditunjukkan sangat menjanjikan baik dari segi kemampuan dan juga biaya produksi yang kecil, namun masih belum bisa dilakukan validasi kebenarannya sesuai kaidah eksperimental dikarenakan keterbatasan dana. Maka dari itu melalui kesempatan penelitian ini, diharapkan bisa melanjutkan hasil penelitian sebelumnya dan bahkan bisa mengembangkan lebih lanjut terhadap hasil yang telah diperoleh. Penelitian ini merupakan lanjutan penelitian sebelumnya (2017). Pada tahun ke-2, kegiatan akan difokuskan untuk mengembangkan hasil dari temuan pada tahun ke-1. Hasil tahun pertama ini diharapkan bisa memvalidasi hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan dengan memperbanyak benda uji. Dengan banyaknya benda uji yang digunakan, maka hasil akan bisa divalidasi dan bahkan bisa dipatenkan. Sedangkan untuk tahun ke-2, penelitian akan difokuskan pada pengembangan produk low-cost base isolation dengan mengganti material karet dengan mutu yang lebih tinggi. Penggantian mutu karet ini dimaksudkan untuk menghasikan produk yang base isolation yang bisa memikul beban jauh lebih besar namun tetap memberikan jaminan keamanan saat terjadi gempa. Kegiatan pada tahun ke-2 akan diawali dari pengetesan material properties dan analisa kemudian akan dilanjutkan dengan pengujian di Laboratorium sebagai langkah akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu produk low cost base isolation dimana berat dan biaya isolator dapat dikurangi dengan mengganti pelat baja tulangan dengan perforated plate sebagai reinforcement baru. Dengan demikian, produk ini bisa diaplikasikan pada bangunan rumah tinggal, satu sampai dua lantai dengan harga terjangkau dan padat karya, dikarenakan bahan yang digunakan ringan dan mudah dalam proses vulkanisir, sehingga diharapkan bisa diaplikasikan pada perumahan rakyat didaerah gempa tinggi dan dapat meminimalisir jumlah korban saat terjadi bencana gempa.