2018 : RANCANG BANGUN IDENTITAS VISUAL EKOWISATA KELAUTAN PADA OCEAN FARM-ITS

Ellya Zulaikha ST, M.Sn, Ph.D
Hertina Susandari S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mempunyai kekayaan dan keragaman dalam bentuk alam, keragaman ekosistem, hayati, dan budaya. Kondisi potensial tersebut dapat dieksplorasi sehingga memberi nilai ekonomi tidak hanya di sektor pangan, tetapi juga sektor pariwisata bagi masyarakat dan pemerintah. Kondisi panjang pantai Indonesia yang potensial tersebut telah dikembangkan penelitiannya oleh Pusat Studi Kelautan ITS dalam bentuk penerapan teknologi akuakultur yang diberi nama Ocean FarmITS. Selain fokus studi pada pemberdayaan jenis ikan dan teknologi akuakultur yang menjawab kebutuhan sektor pangan, Pusat Studi Kelautan ITS juga melakukan pengembangan sektor pariwisata dengan memanfaatkan ruang pada Ocean FarmITS dan merespon kecenderungan peningkatan pemenuhan kebutuhan di waktu luang masyarakat. Sektor pariwisata memiliki peran pariwisata dalam berkontribusi terhadap PDB global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%; serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata. Oleh karena itu, kontinuitas dalam gagasan kepariwisataan memiliki persamaan dengan produk maupun jasa kepariwisantaan lainnya yang diharapkan memiliki merek (brand). Ditinjau dari Kamus Brand, “Brand adalah sebuah persepsi, pengalaman terhadap sebuah produk, jasa, pengalaman, personal, ataupun organisasi; Merupakan gabungan dari berbagai atribut baik secara nyata maupun tidak nyata, disimbolisasikan dalam merek dagang, dan apabila dikelola secara baik akan menciptakan nilai dan pengaruh. Konon kata tersebut berasal dari bahasa Skandinavia kuno ‘Brandr’ yang berarti ‘membakar’.�(Wiryawan; 20), sedangkan “Branding adalah upaya aktif membangun sebuah brand; sebuah proses pembangunan brand.�(Wiryawan; 40). Oleh karena itu visual identity (identitas visual) menjadi sebuah media yang sangat penting dalam proses pembangunan brand di dalam benak konsumen melalui bentukan visual sebagaimana penelitian yang akan dilakukan dalam mekanisme ini.