2016 : PENGARUH PERLAKUAN PANAS QUENCHING\nPARTITIONING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN\nSTRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1040

Prof. Dr. Ir. Wajan Berata DEA
Wahyu Wijanarko S.T.,M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Proses laku panas yang selama ini digunakan untuk baja adalah quenching\ndan tempering, dimana martensit keras yang terbentuk setelah quenching\ndipanaskan kembali (tempering) untuk meningkatkan ketangguhan. Proses laku\npanas, quenching dan partitioning, yang baru-baru ini diteliti juga mempunyai\ntujuan yang sama yaitu meningkatkan ketangguhan baja karena adanya struktur\nmikro austenit pada material akhir. Oleh karena itu sangat menarik untuk diteliti\nbagaimana pengaruh proses laku panas quenching dan partitioning terhadap sifat\nmekanik dan juga dibandingkan dengan proses laku panas quenching dan\ntempering.\nPenelitian ini dilakukan pada baja karbon medium AISI 1040 yang telah\nmenerima laku panas quenching-tempering dan quenching-partitioning. Kedua\nlaku panas tersebut mempunyai temperatur austenisasi yang sama 885°C dengan\nwaktu tahan 1 jam. Pada proses laku panas quenching dan tempering, material\ndidinginkan dalam oli temperatur kamar. Setelah itu dipanaskan sampai temperatur\ntempering dengan variasi 350, 400 dan 450°C. Pada proses laku panas quenching\ndan partitioning, material didinginkan dalam salt bath dengan variasi temperatur\n220, 230, 240 dan 250°C. Setelah itu material dipanaskan dengan cara dicelupkan\ndalam salt bath dengan variasi temperatur partitioning 350, 400 dan 450°C. Uji\nmekanik yang dilakukan adalah uji impact dan kekerasan. Selain itu juga dilakukan\npengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optik dan SEM-EDAX.\nPerhitungan fraksi austenit sisa dan martensi setelah partitioning dilakukan dengan\nmenggunakan hasil yang didapatkan dari XRD.\nSifat mekanik hasil laku panas quenching dan partitioning, terutama\nkekuatan impact dan ketangguhan impact, diharapkan mempuyai nilai yang lebih\ntinggi daripada hasil laku panas quenching dan tempering sehingga proses ini dapat\ndiaplikasikan dalam skala yang besar di industri terutama industri otomotif.