2017 : ANALISIS TOKSISITAS DI DAS BRANTAS MENGGUNAKAN METODE\nBIOASSASEMENT TEST DENGAN PARAMETER BAKTERI VIBRIO FISCHERI

Ir. Eddy Setiadi Soedjono Dipl.SE.M.Sc, Ph.D
Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kualitas suatu perairan dipengaruhi oleh kegiatan disekitarnya. Seringkali kegiatan yang\nada memberikan dampak dalam penurunan kualitas air yang berakibat pada gangguan\nkehidupan biota air. Akibat revolusi industri, muncul berbagai masalah ekologi dan toksikologi\nyang diakibatkan tingginya penggunaan bahan kimia baik sintetik maupun bahan alam. \nPengukuran toksisitas badan air yang terkontaminasi air limbah merupakan bagian yang\npenting untuk dilakukan dalam pemantauan pencemaran lingkungan. Evaluasi secara biologis\ndapat dipilih karena prosesnya cepat, sederhana, sensitif, dan dapat menunjukkan informasi\nsecara spesifik. Sungai Brantas berfungsi sebagai sumber kehidupan berbagai jenis biota sungai\ndan salah satu sumber air baku bagi PDAM. Perkembangan kegiatan penduduk di sekitar DAS\nBrantas, yaitu dengan bertambahnya kegiatan industri rumah tangga, pemukiman penduduk,\ndan kegiatan pertanian dapat berpengaruh terhadap kualitas air Kali Surabaya akibat terjadinya\npembuangan limbah langsung ke sungai. Toksisitas air sungai salah satunya juga dapat\ndiindikasikan dari kandungan logam berat pada sungai tersebut. Telah dilakukan penelitian\nterhadap kandungan logam berat di Kali Surabaya dan diketahui bahwa kandungan timbal (Pb)\ndi Kali Surabaya daerah Rolak dan Kali Mas Surabaya sebesar 0.393 ppm dan 0.252. Terpaparnya\nKali Surabaya tersebut melebihi ambang batas yang seharusnya, dimana tentunya\nmenyebabkan penurunan kualitas air surabaya. Selain uji timbal, penelitian lain menunjukkan\nbahwa kandungan logam berat Hg dan Cr di Kali Surabaya melebihi ambang batas dimana\nmenurut Perda Kota Surabaya No. 02/2004 untuk air golongan IV. Kadar logam Hg dan Cr air\nlaut disemua lokasi adalah lebih besar dari batas ambang menurut Kepmen LH No.51/2004 Hg\n(0,001 ppm) dan Cr (0,005 ppm). Uji ekotoksikologi dilakukan dengan pemaparan sampel pada\norganisme uji terpilih dan menentukan paramater tertentu sepeti kematian, kemampuan\nperutumbuhan, rata-rata respirasi, dan lainnya (Soupilas et al., 2008). Uji toksisitas akut pada\nair dengan metode bioassay dapat dilakukan dengan berbagi macam kelas biota diantaranya\nganggang, ikan, makrozobentos, fungi, potozoa, jamur, dan bakteri. Uji toksisitas akut\ndilakukan dengan mengambil sampel air Kali Surabaya dengan variasi pengambilan air pada\nbeberapa titik sampel, pada bagian permukaan dan dasar sungai, serta pada kecepatan aliran\nyang berbeda yaitu pada bagian tengah dan tepi sungai.