2020 : PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI KAWASAN PERMUKIMAN NELAYAN TAMBAK DENGAN KONSEP SUSTAINABLE CITIES AND COMMUNITIES

Dewi Septanti S.Pd, ST, MT, Ph.D

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kekumuhan yang terjadi di permukiman nelayan tambak tidak hanya didasarkan pada kondisi lingkungannya, namun juga didasarkan pada latar belakang sosial ekonomi masyarakat yang mempengaruhi persepsi warga tentang standar kekumuhan itu sendiri. Secara fisik, rumah – rumah nelayan di kawasan pesisir kebanyakan terbuat dari material di bawah standar, padat, berhimpitan membuat kesan kotor menjadi lebih terlihat sehingga permukiman nelayan tersebut bisa dikategorikan sebagai permukiman kumuh. Keadaan permukiman tampak kumuh ini merupakan akibat dari kenaikan arus urbanisasi yang sangat tinggi dengan tujuan untuk bertahan hidup serta jaminan kesejahteraan hidup di tempat yang lebih berpotensi memiliki banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan demi melangsungkan kehidupan. Selain itu warga di kampung nelayan diindikasi memiliki standar yang berbeda tentang penilaian kampung kumuh, sehingga dilakukanlah studi ini. Studi ini berfokus dalam kekumuhan kampung nelayan di kawasan pesisir dari perspektif masyarakat nelayan itu sendiri. Dalam penelitian ini peneliti ingin mencari faktor – faktor yang menyebabkan kekumuhan, bagaimana kriteria kampung bebas kumuh berdasarkan persepsi masyarakat yang tinggal di permukiman pesisir nelayan tambak, serta menemukan dan mengimplementasikan konsep penataan permukiman pesisir nelayan tambak bebas kumuh sesuai dengan persepsi masyarakat berbasis Sustainable Cities and Communities. Sehingga hasil dari temuan penelitian dari studi kasus yang diangkat dalam penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi salah satu kontribusi yang dapat diaplikasikan pada permasalahan yang ada di kampung tambak atau kampung nelayan di Indonesia. Kata kunci : Permukiman Nelayan Tambak, Permukiman Kumuh, Persepsi Masyarakat, Sustainable Cities and Communities.