2019 : Identifikasi Intrusi Air Laut Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Dipole-Dipole Untuk Pemetaan Air Tanah di Wilayah Pemukiman Penduduk (Studi Kasus: Kota Semarang)

Eko Minarto S.Si, M.Si

Year

2019

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi adanya zona intrusi air laut pada air tanah dengan metode geolistrik dipole-dipole dan memperkirakan jauhnya sebaran intrusi air laut ke daratan. Penelitian ini dilakukan di Kota Semarang, karena Semarang merupakan salah satu kota besar yang ada di Indonesia, dimana pertumbuhan sosial ekonominya cukup pesat. Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang yang terletak di pesisir utara Laut Jawa ini memiliki beberapa isu lingkungan seperti banjir rob, turunnya muka tanah pada daerah dekat pantai, dan air sumur penduduk yang terasa asin selama beberapa tahun terakhir. Beberapa masalah lingkungan tersebut mengindikasikan potensi terjadinya intrusi air laut di Kota Semarang, dimana daerah pesisir pantai Kota Semarang ini merupakan kawasan pemukiman penduduk dan industri. Terganggunya hidrogeologi di kawasan tersebut yang disebabkan oleh pengambilan air tawar secara massive untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri memicu terjadinya intrusi air laut. Intrusi air laut ini akan menyebabkan air tanah yang ada di aerah tersebut menurun kulaitasnya bahakan tidak layak dikonsumsi lagi oleh masyarakat. Metode geolistrik ini dipilih karena memiliki biaya yang relatif murah dengan hasil yang akurat. Konfigurasi dipole-dipole ini dipilih karena dapat memberikan hasil yang baik secara vertical (sounding) dan lateral (mapping) dengan jumlah datum data yang lebih banyak dan rapat jika dibandingkan dengan konfigurasi geolistrik lainnya. Prinsip kerja metode geolistrik ini adalah dengan menginjeksikan arus listrik kedalam bumi dan kemudian mengukur perbedaan tagangan pada elektroda potensial. Seperti kita tahu, bumi bersifat homogen isotropis, dimana bumi tersusun atas banyak lapisan batuan yang berbeda. Batuan dibawah permukaan bumi memiliki kemapuan dalam mengalirkan arus listrik. Konduktivias batuan ini besarnya berbanding terbalik dengan resisitivitas atau tahanan jenisnya (Ï? dimana kemampuan ini memiliki nilai yang berbeda-beda untuk setiap jenis batuannya. Perbedaan nilai tahanan jenis yang terukur pada batuan inilah yang akan digunakan dalam menentukan seberapa jauh sebaran intrusi air laut ke daratan. Penelitian ini bekerjasama dengan Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.