2016 : Analisa Perubahan Iklim di Surabaya dengan menggunakan data water vapor

Dr.Ir. Muhammad Taufik
Mokhamad Nur Cahyadi ST.,M.Sc.,Ph.D
Filsa Bioresita S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Salah satu metode pengukuran kondisi atmosphere adalah dengan menggunakan satelit GNSS (Global Navigation Satellite System). Satelit ini terletak di 20.000 km di atas permukaan bumi, dimana propagasi sinyalnya melewati lapisan atmosfer kemudian sinyal tersebut ditangkap oleh receiver di permukaan bumi, sebenarnya sinyal tersebut ketika melewati atmosfer terjadi adanya bias, namun dengan menganalisa bias ini maka kondisi atmosfer dapat dianalisa.\n\nBias pada atmosfer di lapisan yang terendah (troposfer) lebih disebabkan oleh adanya komponen basah (sekitar 10% dari troposfer) dan kering (sekitar 90% dari troposfer) , lapisan ini menyebabkan gelombang pseudorange dari GNSS menjadi diperlambat. Komponen kering dari bias troposfer ini lebih mudah untuk di estimasi dengan menggunakan model (hopfield, saastimen maupun sarini), namun komponen basah yang berisi uap air atau water vapor mempunyai karakteristik sulit untuk diestimasi dengan teliti menggunakan data metereologi.\n\nWater vapor merupakan faktor pada kandungan atmosfer dan merupakan faktor utama dalam pembentukan meterologi, dimana mempunyai karakteristik menurun secara tajam dengan kenaikan ketinggian. Penelitian sebelumnya ini juga memberikan gambaran bahwa atmospheric water vapor merupakan penyerap radiasi yang juga berpengaruh dalam keseimbangan energi di atmosfer.\n\nDalam proposal penelitian ini akan dilakukan pengukuran dengan menggunakan satelit GNSS yang akan digabungkan dengan satelit remote sensing/penginderaan jauh, yaitu satelit MODIS dan SPOT. Hasil yang akan didapatkan akan dianalisa untuk mendapatkan perubahan water vapor, selanjutnya dibuat model perubahan iklim. Untuk mendapatkan hasil yang komprehensif, maka hasilnya akan diintegrasikan analisanya dengan tata guna lahan kota Surabaya untuk melihat daerah manakah yang mempunyai anomali pada kerapatan atmospheric water vapor-nya, untuk kemudian hasil integrasi analisa ini akan dibuat rekomendasi terutama untuk dinas terkait di pemerintahan kota surabaya.