2017 : Kitosan Larut Air untuk Aplikasi Inhibitor Logam \n dan Alloy Logam dalam Media Korosif\n

Dr. Hendro Juwono M.Si.
Dra. Harmami M.Si.
Dra. Ita Ulfin M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Korosi pada logam dan alloy logam di sektor industri menimbulkan kerugian besar seperti kegagalan material, kerusakan peralatan, kegagalan pada sistem operasi dan pencemaran lingkungan. Kerugian akibat korosi apabila dinyatakan dalam nominal mampu mencapai Rp. 3,5 Triliun per tahun (Koch dkk., 2001). Metode pengendalian korosi telah dikembangkan untuk mengurangi kerugian akibat korosi, salah satunya adalah dengan menggunakan inhibitor korosi. (Oguzie dkk., 2009). Pengembangan inhibitor yang ramah lingkungan telah dilakukan dengan menggunakan ekstrak tanaman, sari buah dan limbah sebagai bahan baku green inhibitor. Salah satu green inhibitor yang berkembang pesat adalah kitosan dan turunnanya. Kitosan merupakan produk hasil N-deasetilasi dari kitin yang dapat diperoleh secara alami pada cangkang hewan crustacean. Kitosan yang digunakan sebagai inhibitor korosi untuk media netral berair umumnya harus dilarutkan terlebih dahulu dalam asam asetat encer kemudian ditambahkan ke dalam media atau lingkungan korosi. Penggunaan asam asetat encer sebagai pelarut kitosan memiliki kelemahan yaitu adanya penambahan zat korosif ke dalam media sehingga efisiensi kitosan dalam menghambat korosi menjadi rendah ( Harmami,2015).\nPada penelitian digunakan cangkang hewan crustacean untuk mencari alternatif lain kitosan yang larut air, mudah disintesis dengan proses singkat dan murah yaitu Kitosan larut air (Water Soluble Chitosan, WSC). WSC diaplikasikan menjadi inhibitor korosi yang efisien, ramah lingkungan dan tidak beracun serta mudah diaplikasikan untuk berbagai logam dan alloy logam dalam media yang korosif. Kitosan disintesis dengan metoda yang berbeda dengan tujuan mendapatkan kitosan dengan rendemen yang lebih besar. Kitosan larut air yang dihasilkan akan diaplikasikan untuk inhibitor korosi logam dan alloynya dalam media asam dengan optimasi konsentrasi WSC, konsentrasi media dan suhu media. Pengukuran efisiensi inhibisi korosinya dilakukan dengan menggunakan tiga metode pengukuran korosi yang berbeda yaitu metode penurunan bobot, polarisasi potensiodinamik dan spektroskopi impedansi elektrokimia.\nTujuan dari penelitian ini adalah untuk optimasi pembuatan Kitosan larut air (WSC) sebagai inhibitor korosi logam dan alloy logam yaitu dengan menentukan efisiensi inhibisi/penghambatan korosi, tipe penghambatan, tipe adsorpsi WSC dan mekanisme penghambatan WSC pada baja SS 304 dalam media berbagai media korosif. Traget luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah publikasi artikel ilmiah dengan judul “Corrosion Control for SS 304 in HCl 1M with Water-Soluble Chitosan as Green Inhibitor ” pada jurnal Internasional terindeks Scopus