2017 : KARAKTERISASI ABU BATUBARA DI INDONESIA UNTUK MATERIAL INFRASTRUKTUR DI PLTU

Dr. Eng. Januarti Jaya Ekaputri ST., MT.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penelitian tentang beton geopolimer berbahan dasar fly ash di Indonesia sudah dimulai selama satu dekade ini. Walaupun demikian, belum ada hasil penelitian yang diterapkan dalam skala industri. Hal tersebut karena kurangnya kerjasama antara peneliti di universitas dengan industri pemanfaat hasil penelitian. Fly ash yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal karena terkendala aturan pemerintah PP 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Di Indonesia, fly ash semakin banyak dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara di PLTU, serta pabrik-pabrik lainnya. Jumlah limbah fly ash yang dihasilkan di Indonesia cukup besar. Diperkirakan penumpukan fly ash menjadi lebih dari 15 juta ton per tahun di tahun 2025. Selama ini fly ash lebih banyak digunakan untuk mengganti berat semen dalam blending semen PPC. Akan tetapi upaya ini tidak bisa dengan cepat mengurangi volume fly ash di PLTU. Cara terbaik adalah dengan pemanfaatan beton geopolimer untuk konstruksi, yaitu pemanfaatan fly ash tanpa melibatkan semen portland sama sekali. Kegiatan penelitian ini diarahkan untuk melakukan peta kualitas fly ash. Seperti telah diketahui secara umum, kualitas fly ash yang sangat tergantung dari mutu batubara yang dipakai, menyebabkan tidak ada kepastian mutu produk yang dihasilkan. Untuk itu, diperlukan upaya pengujian kontrol kualitas dalam pemanfaatan limbah ini di ITS. Hal ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan karena fly ash yang dihasilkan dari masing-masing PLTU dan pabrik memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda-beda. Diperlukan adanya studi lebih lanjut terkait dampak yang dihasilkan oleh penggunaan masing-masing jenis fly ash terhadap kekuatan beton geopolymer. Dengan mengetahui karakteristik dari masing-masing fly ash yang dihasilkan masing-masing PLTU di Indonesia, maka akan dapat diketahui jenis fly ash mana yang baik digunakan untuk pembuatan material geopolymer. Selain itu, akan diketahui juga metode penentuan kualitas fly ash secara mudah dan cepat. Cara ini akan menjadi solusi bagi industri semen maupun konstruksi beton dan PLTU untuk mengontrol kualitas fly ash sebelum dimanfaatkan dalam semen portland maupun semen geopolimer. Pada tahun pertama penelitian diarahkan untuk mengetahui sifat fisika dan kimia fly ash serta pasta geopolimer untuk 6 PLTU di bawah koordinasi PT Indonesia Power. Pada tahun kedua, penelitian diarahkan untuk mengetahui kadar toksik pada leaching pasta geopolimer dan karakterisasi dilajutkan untuk PLTU se-Jawa. Pada tahun ketiga, penelitian dititikberatkan pada pengusulan metoda yang laing tepat untuk mengetahui kualitas fly ash untuk aplikasi infrastuktur, baik untuk campuran semen maupun untuk bahan utama beton geopolimer. Total target karakterisasi yang dilakukan adalah terhadap 30 jenis fly ash dari seluruh PLTU di Indonesia.