2016 : OPTIMASI JARINGAN DRAINASE ITS \nUNTUK MEMINIMALISIR DAMPAK GENANGAN \nMENGGUNAKAN PROGRAM BANTU SWMM

Yang Ratri Savitri S.T., M.T.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) Surabaya merupakan kampus yang eco lingkungan, dengan beberapa pengembangan terkait banyak hal di dalamnya. Perkembangan kampus ITS dapat dilihat dengan banyaknya perubahan lahan kosong menjadi bangunan – bangunan tinggi dan fasilitas lain yang telah disesuaikan dengan Master Plan sebelumnya. Perubahan fungsi lahan yang sebelumnya berupa lahan kosong menjadi bangunan maupun peruntukkan lainnya yang mengubah lahan terbuka menjadi lahan kedap akan memberikan dampak terhadap daya resap air ke dalam tanah. Limpasan air hujan yang semula jatuh pada lahan kosong tersebut, sebagian akan meresap ke dalam tanah dan selebihnya dialirkan menuju saluran di sekitar. Maka, dengan adanya perubahan lapisan menjadi kedap akan memberikan dampak limpasan air hujan yang jatuh menjadi limpasan permukaan secara keseluruhan. Sehingga, besar debit air hujan yang akan masuk ke dalam saluran akan lebih besar dari debit sebelumnya. Jika, pengembangan tersebut tanpa diimbangi dengan fasilitas drainase yang memadai maka akan menyebabkan terjadinya genangan dan banjir. \nGenangan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain keberadaan street inlet yang kurang memadai sehingga air hujan yang jatuh di jalan tidak dapat masuk menuju saluran drainase, kemudian elevasi lahan yang lebih rendah dari inlet saluran sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan baik ke saluran. Hal lain yang juga berpengaruh penting adalah kapasitas dan elevasi dari saluran drainase. Dalam penelitian ini, akan dilakuka analisa terkait dengan besarnya debit limpasan hujan yang masuk ke dalam saluran serta evaluasi terhadap kapasitas dan elevasi dari saluran drainase, sehingga dapat diberikan alternative dengan melakukan optimasi terhadap jaringan drainase untuk dapat meminimalisir atau bahkan mengendalikan genangan yang terjadi di Kampus ITS. Dalam penyelesaiannya, akan dilakukan dengan menggunakan program bantu yaitu Storm Water Management Model (SWMM). Diharapkan dari hasil penelitian tersebut dapat diperoleh kondisi jaringan drainase yang paling optimal sebagai bentuk penanganan genangan dan banjir.