2016 : STUDI PENGGUNAAN WAHANA UDARA NIRAWAK UNTUK PEMBUATAN PETA DESA SKALA BESAR (STUDI KASUS: DESA CLAKET, KABUPATEN MOJOKERTO)

Yanto Budisusanto S.T., M.Eng.
Husnul Hidayat S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 menyatakan bahwa batas wilayah desa harus disajikan melalui peta desa. Hal ini menyiratkan bahwa peta desa memegang peranan penting sebagai dasar kebijakan pembangunan daerah maupun nasional. Namun hingga saat ini peta rupabumi paling mendetail yang dirilis Badan Informasi Geospasial hanya mencapai skala 1:10000. Padahal untuk peta rencana detail tata ruang kawasan paling tidak membutuhkan peta berskala besar, misalnya skala 1:5000 atau lebih besar. Penelitian ini mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan memanfaatkan perkembangan teknologi wahana udara nirawak. Hal ini dipilih dengan pertimbangan cakupan area yang tidak terlalu luas sebagaimana karakteristik wilayah desa dan yang paling utama adalah kemampuan terbang rendah yang dapat menghasilkan citra beresolusi sangat tinggi. Namun demikian kualitas geometrik produk akhirnya masih perlu dikaji lebih lanjut mengingat hingga saat ini Badan Informasi Geospasial belum merekomendasikan metode tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Claket, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Pembuatan mosaik foto udara dilakukan menggunakan wahana yang terbang pada ketinggian + 150 meter di atas permukaan tanah. Kemudian untuk proses georeferensi foto udara ke sistem koordinat geografis dilakukan dengan bantuan Global Positioning System. Selanjutnya dilakukan proses pembuatan mosaik ortofoto dan interpretasi foto udara untuk melakukan delineasi tutupan lahan. Hasil akhir penelitian berupa peta garis Desa Claket. Akurasi peta diuji dengan peta garis yang dibuat dengan metode pengukuran terestris. Diharapkan skala peta yang dapat dicapai adalah 1:2500 yang mampu menggambarkan kondisi desa hingga ke tingkat entitas permukiman yang paling mendetail, seperti rumah dan jalan desa.