2019 : OPTIMASI HIDROLISIS SABUT KELAPA MELALUI PENAMBAHAN ADITIF PADA PROSES AIR SUBKRITIS UNTUK PRODUKSI BIOHIDROGEN

Dr.Ir. Susianto DEA.
Prof.Dr.Ir. Arief Widjaja M.Eng.
Dr. Tantular Nurtono ST., M.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, program diversifikasi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) mendorong para peneliti untuk mengeksplor potensi sumber energi alternatif baru dan terbarukan yang ada di Indonesia. Gas hidrogen dari biomassa (Biohidrogen) dinilai sebagai energi hijau masa depan yang memiliki kandungan energi yang tinggi. Metode konversi paling mutakhir yang sedang gencar diteliti adalah hidrolisis menggunakan proses Air Subkritis karena prosesnya yang cepat dan ramah lingkungan. Meski demikian, kecilnya konversi hidrolisis serta tingginya pembentukan senyawa samping menjadi celah penelitian yang harus diselesaikan guna menjamin kelayakan proses ini dalam skala industri. Saat ini beberapa upaya untuk memodifikasi kondisi operasi proses Air Subkritis tengah gencar dipelajari dan dikembangkan. Penambahan zat aditif pada proses Air Subkritis menjadi salah satu metode yang berpotensi untuk meningkatkan yield produk utama (gula) dan mencegah terbentuknya produk samping (furfural). Penambahan aditif seperti surfaktan, katalis asam/ basa, dan oksida nanopartikel logam telah terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perolehan gula. Meski telah diteliti untuk berbagai macam proses hidrolisis, namun performa penambahan zat aditif khusus pada proses Air Subkritis belum pernah dilakukan dan dilaporkan sebelumnya. Dalam usulan penelitian ini, peningkatan efisiensi hidrolisis sabut kelapa melalui proses Air Subkritis dengan penambahan berbagai aditif akan diinvestigasi secara menyeluruh. Performa penambahan aditif tersebut juga akan dievaluasi pada proses lanjutan, yakni fermentasi, untuk menghasilkan biohidrogen. Dengan ini, diharapkan proses produksi biohidrogen secara komersil dapat layak terwujud sebagai alternatif energi baru terbarukan pengganti bahan bakar fosil.