2016 : KAJIAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN HUB PORT\nINTERNASIONAL DALAM PENGUATAN\nKONEKTIVITAS PELAYARAN DOMESTIK

Hasan Iqbal Nur S.T., M.T.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),\nkebijakan strategis mengenai konektivitas nasional menjadi isu menarik mengingat Indonesia\nadalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dalam rangka mencapai visi dari Sistem Logistik\nNasional (Sislognas) yaitu “Locally Integrated, Globally Connected”, maka pemerintah\nmelalui Komisi Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI)\nmenetapkan dua usulan pelabuhan sebagai pelabuhan hub internasional Indonesia, yaitu\nKuala Tanjung dan Bitung. Kedua pelabuhan ini nantinya akan berfungsi sebagai pintu\ngerbang perdagangan luar negeri sekaligus sebagai pelabuhan alih muat (transshipment)\nbarang antarnegara. Dengan adanya pelabuhan hub internasional di Indonesia, maka\nkedepannya Indonesia tidak akan bergantung lagi dengan pelabuhan Singapura dan Malaysia\ndalam hal penanganan barang ekspor-impor. Adanya penetapan dua pelabuhan hub\ninternasional tersebut akan sangat mempengaruhi pergerakan muatan petikemas ekspor-impor\nbeserta infrastruktur pendukungnya, yakni armada nasional sebagai feeder untuk melayani\nrute domestik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merencanakan jumlah dan\nkapasitas armada nasional yang optimum pada rute domestik untuk melayani petikemas\ninternasional yang akan ditangani oleh kedua pelabuhan hub internasional tersebut. Metode\noptimisasi dengan tujuan memperoleh minimum unit biaya pengiriman akan digunakan\ndalam analisis perhitungan untuk memperoleh hasil yang optimum. Model perhitungan yang\ndilakukan nantinya akan menghasilkan ukuran dan jumlah kapal untuk melayani rute\ndomestik dalam menghubungkan pelabuhan hub internasional dan pelabuhan utama\ndomestik. Dengan menerapkan prinsip economies of scale, semakin besar kapasitas armada\nyang melayani rute tertentu akan dapat menurunkan biaya pengiriman barang per-satuan unit.