2017 : Analisa Deformasi Permukaan Kota Surabaya Menggunakan Data Sentinel-1A dengan Metode Permanent Scatterer Interferometric SAR (PSInSAR)

Dr.Ir. Muhammad Taufik
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta, dan merupakan salah satu kota dengan tingkat pertumbuhan populasi dan pembangunan yang cepat. Berkembangnya pembangunan maka akan meningkatkan jumlah penduduk di suatu tempat serta kebutuhan sehari-haripun harus terpenuhi, salah satunya air. Untuk mencukupi kebutuhan air maka sebagian area perkotaan memanfaatkan air tanah. Pengambilan air tanah secara besar-besaran dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah air tanah pada suatu lapisan akuifer. Hilangnya air tanah ini menyebabkan terjadinya kekosongan pori-pori tanah sehingga tekanan hidrostatis di bawah permukaan tanah berkurang sebesar hilangnya air tanah tersebut. Pemicu lain dapat dianalisis dari bentuk tanah yang mendominasi di daerah tersebut. Secara geologis, dataran Surabaya pada dasarnya terbentuk atas batuan yang merupakan tanah liat dan pasir. Penurunan tanah atau amblesan banyak terjadi di perkotaan terutama terjadi daerah yang tersusun dari endapan aluvial dan ditambah dengan beban bangunan yang berada diatasnya. \nSesuai kondisi yang telah dijelaskan diatas, maka sejak tahun 2014 dimana karena meningkatnya jumlah bangunan seperti perumahan dan apartemen dapat menyebabkan salah satu permasalahan yaitu penurunan tana. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat penurunan tanah tiap tahun maka perlu dilakukan pengamatan atau monitoring secara berkala. Kemajuan teknologi saat ini telah banyak dipelajari dan diimplementasikan oleh peneliti, dosen serta mahasiswa yang terkait, dan kita dapat mempelajarinya menggunakan aspek-aspek geodesy yang telah ada dan berkembang. Salah satu metode yang sering dilakukan untuk melakukan monitoring deformasi yaitu dengan GPS Geodetik. Namun dengan seiring berkembangnya teknologi, kini InSAR telah dikenalkan secara luas dan kini telah mengalami penyempurnaan dengan metode yang lebih teliti yaitu PSInSAR. Dalam bahasa sederhana, penelitian ini akan menghasilkan peta laju deformasi (mm/th) serta grafik penurunan tanah sesuai sample cross section yang diambil. Digunakan 25 data Sentinel-1A yang diambil pada periode Mei 2015 hingga Januari 2017 (20 bulan).\nPenelitian ini direncanakan akan berjalan selama 2 tahun dimana pada tahun pertama difokuskan sebagai penelitian thesis yang diawali dengan pengolahan data hingga didapatkan besar deformasi dari hasil pengolahan 25 data dan dapat dipublikasikan di jurnal internasiomal dan nasional. Tahun kedua difokuskan pada pengembangan analisa terkait metode PSInSAR serta diharapkan dapat dipublikasikan dan dipresentasikan dalam seminar internasional. Penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh instansi terkait (Badan Penanggulangan Bencana atau Pemerintahan Kota). San diharapkan dapat menghasilkan suatu system managemen bencana untuk mencegah dampak pembangunan dan penggunaan air tanah secara berlebihan yang dapat berakibat pada perubahan struktur permukaan tanah di Kota Surabaya. Namun secara luas diharapkan dapat dimanfaatkan juga oleh peneliti, mahasiswa, dan dosen dalam mempelajari perkembangan teknologi di bidang geodinamika dengan memanfaatkan data penginderaan jauh aktif.\n\nKata kunci: Deformasi Permukaan, PSInSAR, Kota Surabaya, Sentinel-1A\n