2017 : PENILAIAN POTENSI TANAH LONGSOR\nMENGGUNAKAN METODE VLF-EM, SP, DAN MICROTREMOR DI DAERAH JALAN RAYA TRENGGALEK-PONOROGO KM 22-23.

Sungkono S.Si, M.Si
Dwa Desa Warnana S.Si.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Disekitar jalan raya Ponorogo-Trenggalek seringkali terjadi tanah longsor. Akhir-akhir ini, pada jalan KM 22 dan 23 mengindikasikan memiliki potensi tanah longsor yang ditandai beberapa lereng yang retak. Longsor seringkali disebabkan oleh saturasi fluida yang berlebihan dan terinduksi oleh getaran. Dengan demikian, metode geofisika yang memiliki potensi untuk penilaian kestabilan lereng yang berpotensi longsor, antara lain: seismik, resistivitas, self-potential, VLF-EM, microtremor. Dua metode pertama sering digunakan untuk keperluan tersebut, sedangkan yang lainnya sangat-sangat jarang digunakan. Hal ini disebabkan karena metode analisisi pada ketiga metode tersebut masih kurang berkembang. Oleh karena itu, penggunaan ketiga metode tersebut untuk menilai potensi longsor memiliki banuak celah yang dapat dikembangkan. \nPada kesempatan ini, akan dilakukan penilaian potensi tanah longsor daerah sekitar jalan Ponorogo-Trenggalek KM 22-23 mengggunakan analisis terintegrasi dari data SP, VLF-EM, dan mikrotremor dengan metode analisis yang robust terhadap noise dan akurat, yakni: 1) analisis data SP digunakan metode continuous wavelet transform (CWT) dari wavelet complek yang mampu digunakna untuk sembarang bentuk anomali; 2) analisis data VLF-EM dilakukan menggunakan metode noise assisted multivariate empirical mode decomposition (NA-MEMD) untuk mereduksi nois dan inversi untuk merekontruksi anomali; 3) analisis data mikrotremor digunakan filter NA-MEMD dan polarisasi. Dengan demikian, penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan memiliki tiga keterbaruan, yaitu: (1) Penilaian potensi tanah longsor berbabasis hasil inversi data VLF-EM, (2) Analisa atribut polarisasi data mikrotremor sebagai fungsi frekuensi (hasil NA-MEMD) untuk memprediksi gerakan partikel tanah sebagai metode penilaian potensi longsor, (3) tomografi data SP untuk mengidentifikasi penyebab potensi longsor. Selanjutnya, diharapkan ketiga keterbaruan ini dapat digunakan untuk menentukan potensi tanah longsor dan batas-batas wilayah yang berpotensi longsor, yang pada akhirnya hasilnya ini bisa dipublikasikan pada jurnal internasional yang terindek scopus.\n