2016 : PENGELOMPOKKAN KELURAHAN BERDASARKAN INDIKATOR PENUNJANG KB SEBAGAI DASAR PEMETAAN PEMBENTUKAN KAMPUNG KB DI SURABAYA

Erma Oktania Permatasari S.Si, M.Si

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Permasalahan kependudukan di Indonesia masih menjadi persoalan penting dan kompleks yang harus segera ditangani. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat setelah China, India dan Amerika Serikat. Pertambahan penduduk yang tidak dikendalikan akan menimbulkan permasalahan seperti kurangnya kesempatan kerja, pengangguran dan peningkatan kejahatan. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, pemerintah melalui BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) meningkatkan penggalakkan program Keluarga Berencana (KB) dengan semboyan “dua anak cukup”. Terdapat beberapa ukuran keberhasilan dalam kegiatan Keluarga Berencana sebagai pengendali kelahiran, diantaranya persentase Ever Users, angka prevalensi kontrasepsi, angka kelangsungan penggunaan kontrasepsi, angka ketidaklangsungan penggunaan kontrasepsi, angka kegagalan kontrasepsi, efektifitas kontrasepsi, dan kontrasepsi mix. Untuk mendukung keberhasilan program KB tersebut, maka saat ini pemerintah mengenalkan adanya program kampung KB. Berdasarkan uraian tersebut, maka pada penelitian ini, akan diteliti bagaimana pengelompokkan kelurahan berdasarkan indikator penunjang KB sebagai dasar pemetaan pembentukan kampung KB di Surabaya, mengingat Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.