2016 : KAJIAN ANALISIS DAMPAK REMUNERASI TERHADAP REALISASI ANGGARAN BELANJA PEGAWAI DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI DI ITS

Umi Laili Yuhana S.Kom., M.Sc.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menjadi PTN-BH pada akhir Desember 2014. Meskipun statuta ITS PTN-BH baru ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Juli 2015. ITS memiliki waktu 2 tahun yakni dari Desember 2014 sampai Desember 2016 untuk melakukan transisi dari PTN-BLU ke PTN-B. Pada masa transisi, beberapa kebijakan diterapkan. Di bidang keuangan, ITS menerapkan skema Remunerasi bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan ITS.\nPenerapan skema remunerasi, sangat mempengaruhi nominal anggaran untuk belanja pegawai. Belanja pegawai adalah pos keuangan untuk membiayai gaji pegawai dan honorarium yang terkait dengan semua kegiatan yang ada di ITS bagi dosen maupun tendik di lingkungan ITS. Saat belum diterapkan remunerasi, belanja pegawai bersumber dari dana APBN, BOPTN dan PNBP. Pos belanja pegawai sebelum remun antara lain berupa gaji PNS, honor untuk kegiatan mengajar, membimbing, menguji, penelitian, pengabdian pada masyarakat, tunjangan jabatan dan honor sebagai anggota panitia dalam kepanitiaan maupun tim yang dibentuk ITS. Selain berdampak pada anggaran dan belanja ITS, remunerasi juga memiliki dampak pada kesejarteraan pegawai ITS. Sejak diterapkannya remunerasi sebagian besar pegawai mengeluh bahwa pendapatannya turun. Padahal disisi lain, pihak manajemen merasa bahwa dana yang dikeluarkan untuk remunerasi dirasa sangat besar sehingga mengakibatkan ada beberapa pemangkasan dana untuk pos lain. Di lain sisi, pihak manajemen sedang membutuhkan informasi dan rekomendasi untuk skema pemberian insentif kinerja yang tepat untuk diterapkan di masa PTN-BH. Dalam kurun waktu 3 tahun ini, ITS menerapkan skema yang berbeda-beda terkait belanja pegawai. \nProposal kajian ini diajukan untuk melakukan analisis terkait realisasi anggaran belanja pegawai dalam kurun waktu 3 tahun. Selain menganalisis realisasi anggaran, juga akan dilakukan analisis pendapatan pegawai yang sangat mungkin berpengaruh dengan kesejahteraannya dalam kurun waktu 3 tahun. Hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu memberikan informasi dan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam menyusun kebijakan belanja pegawai dalam PTN-BH.