2016 : KETERKAITAN KEKOMPAKAN KOTA DENGAN KEMUNCULAN KOTA MANDIRI AKIBAT FENOMENA URBAN SPRAWL\n

Ir. Sardjito MT
Ema Umilia S.T., M.T

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pertumbuhan kawasan sub urban menjadi kawasan kota mandiri terjadi pada beberapa kota besar pada umumnya di Indonesia maupun di dunia. Perkembangan kawasan sub urban ini tidak lepas dari fenomena urban sprawl yang terjadi akibat aktivitas kota utama yang berkembang ke kawasan sekitarnya. Di Surabaya sendiri kawasan sub urbannya telah berubah menjadi kawasan kota mandiri sebut saja kawasan kota mandiri East Coast yang dikembangkan oleh Pakuwon di ujung Timur Kota Surabaya dan kawasan kota mandiri Citraland yang dikembangkan oleh Citraland di ujung Barat Kota Surabaya. Dua kawasan kota mandiri tersebut muncul akibat fenomena urban sprawl yang kemudian selanjutnya layak untuk diteliti mengenai tingkat kekompakannya berdasarkan prinsip-prinsip compact city. Apakah kemunculan kota mandiri pada kawasan sub urban tersebut benar-benar diawali akibat fenomena urban sprawl dan pertanyaan paling penting selanjutnya bagaimana tingkat kekompakan kawasan sub urban yang mewadahi aktivitas kota mandiri tersebut. \nDalam kajian ini diperlukan 3 tahap analisis yaitu identifikasi kawasan urban sprawl. Tahap yang kedua adalah menghitung tingkat kekompakan kawasan sub urban. Dan tahap yang ketiga adalah menguji keterkaitan antara tingkat kekompakan kawasan sub urban dengan dengan kemunculan kota mandiri akibat fenomena urban sprawl.\nOutput dari penelitian ini yaitu dirumuskannya keterkaitan antara tingkat kekompakan sub urban dengan kemunculan kota mandiri. Hal ini akan sangat berguna bagi pemerintah untuk memberikan kebijakan pemenuhan kebutuhan infrstruktur pada kawasan sub urban yang cenderung incremental pemenuhannya akibat fenomena urban sprawl.\n