2021 : MODEL TERINTEGRASI UNTUK PENYEBAB STRES, STRES, PERILAKU PENANGGULANGAN STRES PADA PEKERJA KONSTRUKSI DI ERA PANDEMI MENUJU SUSTAINABLE WORK PERFORMANCE

Farida Rachmawati S.T, M.T

Year

2021

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Setiap keputusan yang dibuat oleh Manajer Proyek memiliki dampak langsung pada waktu, biaya, kualitas, dan keberhasilan akhir dari sebuah proyek konstruksi. Manajer Proyek telah lama dianggap sebagai orang kunci dalam keberhasilan proyek konstruksi. Menduduki posisi krusial dalam proyek konstruksi, Manajer Proyek pasti mengalami stres yang sangat besar yang disebabkan oleh tekanan waktu yang sangat menuntut, ketidakpastian intrinsik, dan struktur sosial yang dinamis dari proyek konstruksi. Pengambilan keputusan individu yang bekerja dalam situasi stres yang berlebihan pada umumnya menjadi lebih kaku, sederhana, dan dangkal. Oleh karenanya, stres dianggap berdampak negatif bagi manusia, belum lagi dengan adanya pandemi COVID-19. Berdasarkan hasil survei PPM Manajemen, stres akibat memikirkan keberlangsungan usaha di masa pandemi pada sektor konstruksi memberikan respon sebesar 30%. Namun, stres belum tentu berbahaya. Seperti yang dicatat Selye (1976), "Tanpa stres, tidak akan ada kehidupan." Stimulus stres sangat penting untuk setiap pengalaman sukses, karena selalu disertai dengan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan antara penyebab stres kerja, stres kerja, perilaku dalam menanggulangi stres kerja, dan kinerja pekerja konstruksi, termasuk manajer proyek bangunan gedung di Surabaya dan Malang. Metode yang akan digunakan untuk menganalisis model pengukuran adalah CFA dan untuk menganalisis model terstruktur adalah SEM Analysis. Software Smart PLS akan dipakai sebagai alat bantu dalam perhitungan dan permodelan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai permodelan dari hubungan antara penyebab stres kerja, stres kerja, perilaku dalam menanggulangi stres kerja, dan kinerja pekerja konstruksi bangunan gedung, sehingga nantinya penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang manajemen proyek konstruksi, khususnya dalam hal faktor stres manajer proyek ketika berada di kondisi pandemi. Setelah mengetahui hubungan antar variabel, perusahaan nantinya dapat menentukan tindakan untuk mengendalikan stres kerja yang terjadi pada pekerja konstruksi sehingga kinerja proyek dapat meningkat.