2016 : KAJIAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH KANTIN PUSAT ITS\n

Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D.
Adhi Yuniarto ST.,MT.,Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kampus ITS Sukolilo berdiri pada tahun 1961 dengan luas wilayah 180 ha dan luas bangunan 150.000 m2. Kegiatan yang dilaksanakan di kampus ITS meliputi kegiatan akademik (pendidikan, pengajaran dan penelitian), kegiatan pengabdian masyarakat dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kegiatan-kegaitan akademik. Berbagai sarana penunjang kegiatan terdapat di kampus ITS, berupa bangunan gedung perkantoran, perkuliahan, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olah raga, serta asrama mahasiswa. Selain itu juga terdapat gedung kantin pusat yang melayani dosen, karyawan dan mahasiswa dari berbagai jurusan di ITS. Seperti pusat pelayanan makanan pada umumya, kebersihan lingkungan menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian, karena berbagai kegiatan yang dilakukan di kantin tersebut berpotensi menghasilkan limbah padat maupun limbah cair. Seperti misalnya kegiatan pencucian piring dan gelas bekas digunakan, pencucian peralatan masak, sisa makanan dan minuman, sisa minyak bekas masak, serta bekas kemasan makanan dan minuman.\nHasil kajian pengelolaan lingkungan di ITS untuk komponen limbah cair pada tahun 2015 menunjukkan bahwa pengelolaan limbah cair di kantin sudah dilakukan dengan mengalirkan air limbah dari kegiatan kantin ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berupa Anaerobic Baffled Reactor (ABR). Namun secara umum tampak bahwa pengelolaan air limbah dan pengoperasian ABR belum optimal, hal ini ditandai dengan adanya bau tidak sedap yang keluar dari saluran pembuangan air limbah maupun dari efluen ABR yang terletak di bagian belakang bangunan kantin. Pengurasan lumpur endapan di ABR tidak dilakukan secara periodik/ terjadual, dan belum pernah dilakukan uji kualitas efluen untuk memastikan efisiensi proses pengolahan. Selain itu juga tidak terdapat bangunan penangkap lemak (grease trap) sebelum air limbah masuk ke ABR, sehingga lemak dan minyak ikut terbawa dan mengganggu proses pengolahan yang berlangsung di dalamnya. \nBerbagai permasalahan diatas akan mengganggu kenyamanan semua pengguna kantin, selain itu juga akan mempengaruhi kualitas lingkungan di sekitarnya kantin yang menjadi salah satu pusat kegiatan bagi seluruh warga kampus ITS. Oleh karenanya, perlu dilakukan kajian pengelolaan air limbah yang dihasilkan, untuk meningkatkan upaya pengelolaannya sehingga kantin menjadi tempat yang nyaman dan sehat. Hasil kajian tentang pengelolaan air limbah dari kegiatan kantin ini nantinya dimaksudkan untuk dapat dimanfaatkan sebagai masukan bagi pengambil kebijakan untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan di sekitar kantin pusat ITS.\n