2018 : Analisa laju korosi pada pemanfaatan limbah kulit jeruk nipis dan jambu biji sebagai inhibitor korosi didalam larutan H2SO4 1 M

Ir. Subowo M.Sc.
Atria Pradityana S.T., M.T.

Year

2018

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Berbagai macam cara dalam mengendalikan atau meminimalkan terjadi korosi. Salah satu diantaranya adalah menambah inhibior didalam larutan korosif. Penambahan inhibitor ini nantinya akan bereaksi dengan larutan korosif dan material terkorosif sehingga akan terlihat pengaruh dari penambahan suatu inhibitor. Inhibitor didefinisikan sebagai suatu zat yang ditambahkan dalam jumlah sangat kecil kedalam larutan korosif guna mengurangi laju korosi yang terjadi. Berdasarkan asal usulnya, inhibitor dibagi menjadi 2 yakni inhibitor organik dan inhibitor anorganik. Didalam penelitian ini, kami mencoba memanfaatkan sisa-sisa kulit jeruk nipis dan biji dari buah jambu biji yang tidak terpakai sebagai inhibitor organik. Material yang digunakan adalah baja rendah karbon yang biasanya digunakan di kalangan industri minyak dan gas. Untuk larutan korosif digunakan larutan asam H2SO4 1 M. Beberapa pengujian pendukung penelitian ini akan dilakukan, diantaranya pengujian polarisasi tafel, pengujian elektrokimia EIS, pengujian pengurangan berat (weight loss), pengujian FTIR, dan pengujian SEM. Diharapkan dari penelitian ini didapatkan nilai penurunan laju korosi ketika diberikan penambahan inhbitor yang berasal dari limbah buah. Selain itu analisa mengenai permukaan material yang terkorosi dan proses adsorpsi yang terjadi sehingga diharapkan mekanisme inhibisi yang terjadi dapat diilustrasikan secara sederhana. Kata Kunci : inhibitor, korosi, organik, limbah buah, mekanisme inhibisi