2016 : PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK TAHU UNTUK PRODUKSI BIO-LISTRIK MELALUI PROSES MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

Herman Pratikno ST.,MT.
Harmin Sulistiyaning Titah ST.,MT.,Ph.D.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Populasi penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan. Pertumbuhan tersebut menimbulkan dampak terhadap penggunaan energi untuk menunjang kebutuhan hidup. Di Indonesia, emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar fosil dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Guna mengurangi efak gas rumah kaca maka Pemerintah Indonesia merencanakan sumber energi terbarukan akan lebih banyak digunakan daripada sumber energi dari setiap jenis bahan bakar fosil pada tahun 2050. Berbagai upaya telah dilakukan untuk pengembangan teknologi dan produksi energi baru/terbarukan. Pengolahan air limbah domestik maupun air limbah industri yang mengandung organik tinggi dengan menggunakan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) dapat dilakukan untuk menghasilkan bio-listrik. Salah satu industri atau pabrik yang menghasilkan ar limbah dengan kandungan bahan organik tinggi adalah industri tahu. Saat ini, usaha pabrik tahu di Indonesia rata-rata masih dilakukan dengan teknologi yang sederhana, sehingga tingkat efisiensi penggunaan sumber daya (air dan bahan baku) masih rendah dan tingkat produksi limbahnya juga relatif tinggi. Penelitian pemanfataan limbah cair pabrik tahu untuk produksi bio-listrik ini akan dilakukan menggunakan reaktor MFC dengan satu ruang. Variasi dua spesies bakteri yaitu bakteri Escherichia coli dan bakteri Pseudomonas aueruginosa akan digunakan untuk menentukan pengaruhnya terhadap produksi bio-listrik dan penyisihan parameter-parameter pencemar lingkungan yaitu COD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), DO (Dissolved Oxygen), pH dan suhu. Jumlah limbah cair pabrik tahu yang banyak dan belum diolah sangat berpotensi digunakan sebagai sumber untuk memproduksi bio-listrik melalui teknologi MFC. Bio-listrik yang dihasilkan berpotensi digunakan oleh industri tersebut. Selain itu, masalah pencemaran lingkungan oleh limbah cair pabrik tahu dapat juga teratasi.