2016 : Pengembangan Desain Akuakultur Ramah Lingkungan untuk Budidaya Lobster

Nur Syahroni ST.,MT.,Ph.D
Yeyes Mulyadi ST.
Dr.Eng. Kriyo Sambodho ST., M.Eng

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Produk lobster sangat penting dalam ekonomi global dan ketahanan pangan saat ini. Saat ini sebagian besar stok lobster dunia dalam kondisi terlalu banyak menangkapan. Data statistik perikanan Indonesia tahun 2012 menunjukkan bahwa lobster menempati urutan ke empat komoditas ekspor tertinggi dari bangsa krustasea setelah marga udang Penaeus, Metapenaeus dan Macrobrachium. \nPerubahan iklim juga menimbulkan ancaman terhadap lobster di laut. Fluktuasi suhu air, arus laut, dan biogeokimia akan mengarah penurunan produktivitas perikanan laut (Sumaila et al 2011;. Diaz dan Rosenberg 2008). Pada akhirnya perubahan iklim dapat memperbesar penurunan stok lobster di laut. Untuk itu perlu suatu teknologi budidaya lobster yang lebih mudah dikontrol, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.\nUntuk menjaga stok lobster, pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2015 yang telah ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Nomor 18/MEN-KP/I/2015. Aturan tersebut menerangkan soal pengaturan penangkapan lobster dialam bebas.\nDengan transisi ke ekonomi hijau, sektor perikanan, khususnya lobster harus dikelola lebih berkelanjutan untuk memberikan manfaat sekarang dan generasi masa depan melalui langkah-langkah seperti penggunaan produksi ramah lingkungan dan metode pengolahan yang lebih berkelanjutan.\nUntuk itu penelitian ini bertujuan mengembangkan prototype skala kecil struktur akuakutur untuk budidaya lobster dengan bahan utama bambu yang ramah lingkungan dan murah dalam biaya pembuatan.