2018 : Peningkatan Efisiensi Manajemen Perawatan Berbasis Reliability Centered Maintenance II Pada Industri Penghasil Energi

Prof. Ir. Moses Laksono Singgih M.Sc Ph.D
Sutikno ST., MT.
Yudha Prasetyawan ST, M.Eng.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ketersediaan pasokan energi listrik menjadi salah satu kebutuhan yang penting dalam masyarakat. Pembangunan ketenagalistrikan menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menjamin ketersediaan tersebut. Menjamin ketersedian pasokan energi listrik harus dalam jumlah yang cukup, memiliki kualitas yang baik dan harga yang dapat dijangkau oleh mayarakat luas. Jumlah yang cukup berarti pasokan yang ada dapat mengakomidir kebutuhaan masyarakat luas. Sedangkan kualitas yang baik menjamin masyarakat menerimanya pasokan sebagaimana mestinya dan harga yang tidak memberatkan masyarakat luas. Tujuan utama dari pembangunan ini berfkus kepada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Data yang ada menunjukkan bahwa rasio elektrifikasi yang ada mengalami kenaikan secara terus menerus setiap tahun. Sebagai contoh tahun 2013 dengan target 76.8%, mengalami kenaikan 3.71% sehingga realisasi tahun 2013 sebesar 80.51%. Begitu pula tahun 2014 dengan target 80%, mengalami kenaikan 3.45% sehingga realisasinya 84.35%. Data tersebut menunjukkan rasio elektrifikasi mengalami peningkatan kearah positif. Program listrik 35000 MW merupakan salah satu program RUKN 2015-2034. Melakukan Pembangunan pembangkit-pembangkit baru mulai dari Sumatra sampai dengan Papua. Selain melakukan pembangunan pembangkit baru terdapat alteratif lain yaitu merawat dan melakukan pemeliharaan pada pembangkit-pembangkit yang sudah ada. Tujuan dari melakukan perawatan dan pemeliharaan ini berguna untuk menjaga kebutuhan energi listrik nasional. Program yang ada tentunya memiliki biaya yang sangatlah mahal. Pembangunan yang dilakukan harus tetap memperhatiakn kenyatan bahwa terdapat biaya perawatan yang menyertainya. Biaya perawatan itu muncul dari perawatan untuk fasilitas penyedia energi listrik yang lama dan baru. Jika hal tersebut tidak diperhatikan maka akan timbul pembengkakan biaya. Untuk mencegah terjadinya biaya yang besar diperlukan metode perawatan yang tepat. Perawatan yang tepat sesuai dengan tipe perawatan akan menekan biaya sehingga tercipta efisensi yang tentunya sangat menguntungkan bagi industri.