2017 : Kajian Ketelitian Planimetrik Pembuatan Peta Desa Skala 1:2000 Menggunakan Wahana Udara Tanpa Awak Tipe Rotary Wing (Studi Kasus Desa Kebonwaris, Kabupaten Pasuruan)

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS
Husnul Hidayat S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 batas wilayah desa harus disajikan melalui peta desa sebagai dasar acuan dalam pembangunan wilayah desa. Lebih jauh dalam Peraturan Kepala BIG Nomor 3 Tahun 2016 disebutkan bahwa peta desa harus disajikan dalam rentang skala 1:2500 hingga 1:10000 sesuai dengan luas wilayah desanya. Namun hingga saat ini produk informasi geospasial dasar paling mendetail yang tersedia di Badan Informasi Geospasial hanya mencakup skala 1:10000. Artinya untuk beberapa wilayah desa yang kecil tidak ada peta 1:2500 yang bisa digunakan sebagai acuan pembuatan peta desa. Penelitian ini mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan memanfaatkan perkembangan teknologi wahana udara nirawak tipe rotary wing. Hal ini dipilih selain berdasarkan pertimbangan cakupan area sempit, wahana ini dapat menghasilkan citra resolusi tinggi dan bebas awan serta pengoperasian yang sangat mudah. Namun kualitas geometrik produk akhirnya masih perlu dikaji lebih lanjut dan hingga saat ini Badan Informasi Geospasial belum merekomendasikan metode tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pembuatan mosaik foto udara dilakukan menggunakan wahana yang terbang pada ketinggian + 150 meter di atas permukaan tanah. Untuk menghasilkan peta yang akurat dilakukan proses georeferensi dengan menggunakan koordinat titik-titik kontrol tanah yang diukur menggunakan Global Positioning System. Selanjutnya dilakukan proses pembuatan mosaik ortofoto dan interpretasi foto udara untuk melakukan delineasi tutupan lahan. Hasil akhir penelitian berupa peta garis Desa Kebonwaris. Akurasi koordinat planimetrik peta diuji dengan koordinat titik-titik sampel yag diukur dengan metode pengukuran GPS Real Time Kinematic (RTK). Diharapkan skala peta yang dapat dicapai adalah 1:2000 yang mampu menggambarkan kondisi desa hingga objek terkecil seperti rumah, jalan desa, maupun pohon.