2016 : KAJIAN KEBIJAKAN PENDIRIAN FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU DAN KEBUMIAN DI LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS
Hepi Hapsari Handayani ST.,M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang kaya akan sumberdaya alam maupun sumberdaya sosial budaya. Luas Indonesia mencapai sekitar 7,7 juta Km2, dengan luas daratan hanya sekitar 1,9 juta Km2 (188.20 juta Ha), luas sekitar 2,7 juta Km2 adalah merupakan zona ekonomi eksklusif sehingga Indonesia merupakan negara maritim karena luas laut lebih besar dari pada luas daratan.\nIndonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/ Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, sumberdaya alam dan ekonomi.\nWilayah Indonesia merupakan daerah pertemuan atau benturan antara tiga lempeng yaitu Eurasia, Hindia-Australia dan Pasifik. Benturan tersebut yang telah berlangsung sejak jaman kapur (136-65 juta tahun lalu) menyebabkan keadaan geologi Indonesia menjadi kompleks. Batuan yang terbentuk terdiri dari bermacam- macam jenis yang umurnya juga beragam, mulai dari Paleozoikum sampai Kuarter. Keragaman jenis dan umur batuan mengakibatkan wilayah Indonesia mengandung berbagai macam jenis sumberdaya mineral baik logam maupun non logam dan energy (seperti: emas, tembaga, perak, besi, kromit, timah, belerang, batu gamping, mangaan, batu bara, minyak dan gas bumi). (atlas sumberdaya Indonesia, BAKOSURTANAL, 2001). Pemilikan dan azas penggunaan sumberdaya yang tersebut diatas mengacu pada pasal 33 UUD 1945, sedangkan pelaksanaannya diatur oleh Undang Undang No. 11, tahun 1967 dan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1980, dan telah diperbaharui menjadi Undang Undang no. 22 tahun 2001. Akibat lain dari benturan ketiga lempeng tersebut adalah terdapat zona- zona sesar dan deretan gunung api aktif yang memanjang mulai dari Sumatera – Jawa – Nusatenggara – Banda terus ke Sulawesi dan Halmahera. Zona sesar merupakan zona lemah, dan bila terjadi pergerakan lempeng akan terjadi gempa bumi sepanjang zona lemah tersebut. Wilayah Indonesia tersebut merupakan wilayah dengan frekwensi gempa bumi terbesar di dunia. Disamping itu Indonesia juga mempunyai jumlah gunung aktif terbanyak di dunia yaitu 129 buah gunung berapi. Hal hal yang diuraikan di atas dapat merupakan potensi dan juga bahaya lingkungan jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik dan benar. \nDisamping hal hal yang tersebut di atas, di Jatim juga terdapat 7 gunung aktif yang sewaktu waktu bisa merupakan ancaman bagi keselamatan penduduk di Jawa Timur. \nDari penjelasan yang tersebut di atas yang merupakan tinjauan Indonesia dan Jawa Timur secara regional dari segi posisi geografis, oceanografis, geologis dan meteorologis sebagai pendukung diperlukannya pengembangan ilmu kebumian di Indonesia dimana bumi Indonesia merupakan laboratorium kebumian yang paling akbar untuk dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber sumber alam yang ada di Indonesia secara mandiri. \nKata Kunci : Fakultas Ilmu dan Teknik Kebumian, Pendirian, ITS Surabaya\n