2016 : Studi Akurasi Citra Landsat 8 dan Citra MODIS untuk Pemetaan Area Terbakar (Studi Kasus: Provinsi Riau)

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS


Abstract

Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi ancaman yang cukup serius bagi masyarakat secara global pada satu dekade terkahir, hal ini berkaitan erat dengan rusaknya lingkungan dan sumber daya alam yang ada di dunia terutama pada Negara tropis yang memiliki banyak hutan seperti Indonesia. Provinsi Riau merupakan salah satu dari delapan provinsi yang dinyatakan rawan terhadap bencana kebakaran hutan. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengolahan citra satelit dengan resolusi spasial yang berbeda dan menggunakan metode yang sama untuk mendapatkan hasil yang sama yaitu area terbakar. Citra yang digunakan adalah citra Landsat 8 dengan resolusi spasial 30 m dan citra MODIS dengan resolusi spasial 250 m menggunakan metode NBR (Normalized Burned Ratio). Dengan membandingkan kedua data yang berbeda tersebut maka dapat ditentukan penilaian akurasi dari kedua citra yang memiliki resolusi berbeda. Penilaian akurasi yang akan dicapai adalah luasan burned area agreement, related comission error, related omission error, independent omission error. Hasil dari penelitian ini menunjukkan luas area terbakar hasil klasifikasi citra Landsat 8 30 m adalah 125.923, 790 Hektar, luas area terbakar hasil klasifikasi citra MODIS 250 m adalah 171.045, 154 Hektar. Sedangkan hasil penilaian akurasi dari citra MODIS dan citra Landsat 8 didapatkan hasil luas burned area agreement 40.200, 882 Hektar, related comission error 94.633, 149 Hektar, related omission error 44.744, 897 Hektar, independent comission error 23.165, 602 Hektar, dan independent ommission error 21.766, 780 Hektar.